Denpasar Zona Merah Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan

Konsep Otomatis

Pemecutan Kaja, DENPOST.id

Pendisiplinan masyarakat yang tinggal di Kota Denpasar perlu terus ditingkatkan. Jika tidak, akan membuat kota metropolitan ini masuk zona merah akibat mewabahnya kembali Covid-19.

”Kita khawatir suasana hari raya Galungan banyak masyarakat mengabaikan protokol kesehatan (prokes). Suka dan tidak suka prokes tetap dipatuhi agar terhindar dari penularan dan menularkan virus corona,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga, disela-sela razia prokes dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Jl. Cokroaminoto, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara (Denut), Jumat (16/4/2021)

Baca juga :  Kebakaran Rumah di Denpasar, Satu Keluarga Nyaris Dilalap Api 

Anom Sayoga menyatakan, pandemi Covid-19 sudah berlangsung satu tahun lebih tidak ada alasan masyarakat mengabaikan prokes. Dari hasil razia gabungan prokes dan PPKM mikro yang dilaksanakan hari ini menjaring enam orang pelanggar yakni empat orang tanpa masker langsung didenda masing-masing Rp 100 ribu dan dua orang tidak sempurna memakai masker hanya diberi peringatan. Dari razia gabungan dilakukan seminggu lima kali masih banyak masyarakat bepergian tanpa masker dengan alasan lupa dan jenuh.

”Kami minta masyarakat jangan mengabaikan prokes saat hari raya Galungan dan Kuningan. Temasuk saat sembahyang bersama di pura maupun bersama keluarga agar penyebaran virus corona dapat ditekan,’’ ujarnya.

Baca juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Pertanian Layak Jadi Sektor Alternatif

Dia mengaku tidak habis pikir masyarakat mulai bosan mengikuti prokes akibat tidak ada kepastian kapan pandemi virus corona berakhir. Adanya penurunan tingkat kesadaran masyarakat mematuhi prokes muncul klaster baru penularan virus corona di Denpasar. Apalagi pascahari raya Galungan kesibukan masyarakat mempersiapkan rangkaian upacara cukup sibuk.

”Kami mengajak masyarakat tidak boleh mengabaikan prokes. Walaupun sudah divaksin, namun tetap gegabah dan teledor mengabaikan prokeslebih mudah terpapar virus,’’ ucapnya.
Anom Sayoga menegaskan, memutus mata rantai virus corona tanpa dukungan masyarakat niscaya pemerintah dapat melakukan sendiri. Karena itu, pendisiplinan wajib dilakukan dan ditingkatkan guna bersama-sama menekan laju penyebaran virus corona. Apalagi Denpasar sebagai pusat ibu kota dan pedagangan otomatis mobilitas masyarakat cukup tinggi sehingga semua elemen masyarakat displin dan taat prokes. ”Kami mengajak masyarakat mematuhi prokes demi kesehatan diri sendiri, kesehatan orang lain dan kesehatan lingkungan, sehingga dapat meningkatkan aktivitas,’’ paparnya. (103)

Baca juga :  PPKM di Denpasar, Tak Perlu Bawa Surat Hasil Swab dan Rapid Antigen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini