Dispar Bali Tetap Matangkan “Travel Bubble”

Konsep Otomatis

Sumerta Klod, DENPOST.id

Upaya Bali untuk memulihkan pariwisata dengan konsep “travel bubble” atau berwisata di kawasan telah ditetapkan, menemui tantangan baru. Terhitung sejak 11 April lalu, zona merah di Bali bertambah menjadi lima.

Kondisi itu cenderung membuat sejumlah warga pesimis pariwisata internasional dapat dibuka Juli mendatang. Diwawancarai Jumat (16/4), Kadis Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa menyebut pihaknya tetap mematangkan persiapkan menuju dibukanya pariwisata.

Baca juga :  39 Pasien Covid-19 di Denpasar Sembuh

“Kami dari unsur pariwisata tentu senantiasa menyiapkan diri untuk mempersiapkan (pariwisata Bali) sesuai dengan kaidah ilmiah ilmu kesehatan,” tuturnya.

Persiapkan itu meliputi protokol kedatangan wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yakni memastikan wisatawan telah divaksin Covid-19, melengkapi diri dengan surat keterangan bebas Covid-19 untuk mengurus visa.

Setelah menuntaskan tes di bandara, mereka juga akan kembali dites di transportasi, akomodasi untuk memastikan bebas Covid-19. Dengan begitu, diharapkan aktivitas pariwisata tak memunculkan klaster baru.

Baca juga :  82 Warga Terpapar Covid-19, Dua Meninggal Dunia

Kendati persiapkan cukup matang, dia mengajak masyarakat Bali ikut berkontrubsi dengan disiplin menerangkan protokol kesehatan.

“Karena kami menyadari, terutama kepada pekerja pariwisata yang sudah cukup berat beban mereka. Kalau pemilik hotel mungkin masih punya tabungan, aset. Tetapi yang kami pikiran itu kan pekerja di sektor ini (pariwisata). Apalagi suami istri bekerja di bidang pariwisata, tentu 13 bulan itu cukup berat bagi mereka untuk menanggung biaya hidup,” sambungnya. (106)

Baca juga :  Lagi, 1 Pasien Covid-19 Meninggal di Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini