Tertinggi Ketiga di Bali, DPRD Sorot Angka Kemiskinan di Klungkung

Konsep Otomatis

Semarapura, DENPOST.id

DPRD Klungkung mengeluarkan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Klungkung Tahun Anggaran 2020 dalam sidang paripurna, Jumat (16/4/2021). Dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Klungkung, AA Gde Anom tersebut, pihak dewan memberikan sejumlah saran, masukan dan koreksi terkait LKPJ bupati. Diantaranya soal angka persentase kemiskinan ternyata Klungkung menyandang persentase penduduk miskin tertinggi ketiga setelah kabupaten Karangasem dan Buleleng.

Rekomendasi tersebut dibacakan Wakil Ketua DPRD Klungkung, Tjokorda Gede Agung dalam sidang paripurna yang dihadiri Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Dalam rekomendasi tersebut, DPRD Klungkung menilai secara umum kinerja Bupati Klungkung dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah Tahun anggaran 2020 cukup atau memadai. Terlebih bupati dikatakan telah mampu meraih beberapa piagam penghargaan yaitu Juara I Duta Genre Provinsi, API Award 2020, Penghargaan Pembangunan Daerah 2020, Piagam Terbaik I Penghargaan Daerah Tahun 2020, Piagam Penghargaan Kabupaten Sangat Inovatif 2020.

Baca juga :  700 Paket Sembako Sasar Nusa Penida

Namun ada beberapa koreksi yang perlu diatensi untuk penyempurnaan masa yang akan datang. Diantaranya soal kemiskinan. Walaupun secara kuantitas jumlahnya terkecil di Bali yaitu 8,76 ribu jiwa pada tahun 2020, namun jika ditinjau dari angka persentase, ternyata Klungkung menyandang persentase penduduk miskin tertinggi ketiga setelah Karangasem dan Buleleng masing-masing 5,91 persen dan 5,32 persen.

Pada Tahun 2019, Klungkung juga dikatakan masuk dalam klasifikasi tertingggi kedua setelah Karangasem. Hal ini juga dinilai suatu kinerja yang semakin buruk. Untuk itu ke depan, dewan meminta bupati agar lebih fokus dalam pengentasan kemiskinan. Terlebih saat ini masyarakat sedang menghadapi pandemi Covid19. Berbanding lurus dengan angka persentase penduduk miskin, ternyata Klungkung juga menyandang Kabupaten dengan indek kedalaman kemiskinan tertinggi pertama di Bali Tahun 2020 yang awalnya tertinggi kedua setelah Karangasem pada tahun 2018.

Baca juga :  Ini Terobosan Trigriska Kurangi Pengangguran

“Klungkung juga menyandang Kabupaten dengan indek keparahan tertinggi Pertama 2020. Padahal sebelumnya ada pada level kedua setelah Karangasem. Jadi hal ini perlu atensi saudara Bupati ke depan,” ungkap Tjok Agung dalam sidang paripurna.

Selain menyinggung soal kemiskinan, DPRD Klungkung juga menyoroti ketahanan pangan di Klungkung. Kecuali kedelai, semua jenis komoditas tanaman pangan disebutkan produksinya menurun pada tahun panen 2020 dibandingkan tahun panen 2019. Hal ini dikhawatirkan terjadi ancaman terhadap ketahanan pangan di Klungkung.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Badung Siagakan Call Center dan Teleconference

Disisi lain potensi unggulan lain Daerah Klungkung yakni pariwisata, dengan adanya pandemi Covid-19 berkepanjangan juga terjadi penurunan kunjungan sangat drastis dari 839.790 pengunjung (2019) menjadi 126.393 pengunjung (2020).

“Kinerja ekonomi juga sangat memprihatinkan terutama pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan serta lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum masing-masing -34,7 persen dan -31,94 persen sebagai dampak pandemi. Hal ini juga perlu segera disikapi oleh saudara bupati,” katanya. (c/119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini