Desa Adat Kesiman Tutup Aktivitas Asram Krisna Balaram

picsart 04 18 01.46.52
TUTUP ASRAM - Prajuru Desa Adat Kesiman, saat menutup aktivitas Asram Krisna Balaram di Jalan Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur, Minggu (18/4/2021)

Kesiman Petilan, DENPOST.id

Desa Adat Kesiman melakukan penutupan aktivitas Asram Krisna Balaram di Jalan Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar Timur, Minggu (18/4/2021). Penutupan ini, berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan asram sampradaya non-dresta Bali, yang tak sesuai dengan adat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal dresta Bali.

Penutupan aktivitas Asram Krisna Balaram di Jalan Pantai Padanggak, Kesiman dilakukan Prajuru Desa Adat Kesiman yang melibatkan pecalang desa adat setempat.

Baca juga :  "Melasti" di Pantai Padanggalak Terapkan Prokes Ketat

Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna, didampingi prajuru Desa Adat Kesiman mengatakan penutupan atau pelarangan aktivitas Hare Krisna (HK) di Asram Krisna Balaram karena melakukan aktivitas non-dresta Bali, di wewidangan (wilayah) Desa Adat Kesiman. “Penutupan Asram Krisna Balaram itu, berada di Jalan Pantai Padanggalak. Dasar penutupan itu, karena di Desa Adat Kesiman merupakan desa tua yang mempunyai adat dan tradisi kental dengan tatanan adat budaya Bali dan dresta Bali,” kata Wisna.

Ditambahkan Wisna, penutupan aktivitas asram ini juga diperkuat dengan surat keputusan bersama (SKB) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali No. 106/PHDI-Bali/XII/2020 dan No. 07/SK/MDA-Prov Bali/XII/2020, yang ditandantagani Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana dan Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet. Di mana dalam SKB itu, memuat tentang Pembatasan Kegiatan Pengembangan Ajaran Sampradaya Non-Dresta Bali di Bali, yang mulai berlaku pada tanggal ditetapkan pada, Rabu 16 Desember 2020.

Baca juga :  Tambahan Pasien Sembuh Lampaui Kasus Baru, Kematian Meningkat

“Aktivitas Asram Krisna Balaram sempat meredup, namun belakangan ini kami mendapatkan pengaduan dari krama kami sendiri bahwa asram ini melakukan aktivitas keramaian. Selain itu, untuk status asram tidak ada status adat dan warganya juga tidak ada mebanjar di Desa Adat Kesiman. Karena itu, kami di Desa Adat Kesiman melakukan penutupan aktivitas asram ini,” tandasnya. (112)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini