Pariwisata Terpuruk, Kedonganan Maksimalkan Sektor Ini

picsart 04 18 07.56.46
AKTIVITAS NELAYAN - Bendesa Adat Kedonganan, Wayan Mertha saat memantau aktivitas nelayan di Pantai Kedonganan.

Kedonganan, DENPOST.id

Kondisi pariwisata yang masih terpuruk sangat dirasakan oleh masyarakat Kedonganan. Usaha Kafe ikan bakar milik desa adat yang dikelola masyarakat lewat banjar sebagian besar masih tutup karena tiadanya wisatawan.

Beruntung masih ada sektor perikanan yang masih bisa dijadikan tumpuan di tengah ekonomi sulit ini. Melihat hal ini, pihak desa adat mulai memaksimalkan potensi perikanan.

Bendesa Adat Kedonganan, Wayan Mertha mengatakan pandemi Covid-19 yang dampaknya masih dirasakan sampai saat ini, membangun potensi baru sangat diperlukan dalam menggeliatkan perekonomian masyarakat. Karena itulah mengembalikan potensi masyarakat Kedonganan dari sektor kelautan sangat diperlukan.

Walaupun diakuinya sumbangsihnya memang masih relatif cukup kecil, namun sangat membantu di tengah situasi pariwisata saat ini. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat Kedonganan untuk tidak boleh melupakan potensi yang dulu, yakni sektor primer dari perikanan.

Baca juga :  Sepekan Uji Coba, Segini Kunjungan ke Pantai Melasti

“Kami terus mengajak generasi muda di Kedonganan untuk mau bekecimpung di sektor perikanan, tentunya dengan memberikan kredit yang murah. Memang ini tidak mudah, tapi pelan-pelan kami terus mengajak menjadi nelayan atau menjadi pengusaha nelayan. Sektor perikanan tidak boleh diabaikan, karena terbukti mampu bertahan dari gempuran imbas pandemi,” papar Mertha. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini