Tokoh Bali Rekomendasikan Desak Darmawati Tetap Diproses Hukum

Tokoh Bali Rekomendasikan Desak Darmawati Tetap Diproses Hukum
FGD - Suasana FGD PHDI pada Minggu (18/4/2021) di Kantor PHDI Bali, Denpasar.

Tonja, DENPOST.id

Berbagai elemen tokoh Hindu dan masyarakat Bali, sepakat untuk tetap memproses Desak Made Darmawati atas dugaan penistaan agama, secara hukum. Hal itu terungkap dalam FGD PHDI Provinsi Bali dan Kordem Demokrasi Bali, Minggu (18/4/2021) di Sekretariat PHDI Bali. Pengacara senior, Wayan Sudirta yang hadir dalam kesempatan itu turut angkat bicara.

Dia sepakat bahwa perbuatan Desak Made Darmawati memenuhi unsur dugaan melanggar pasal 156a KUHP. Dia yang berpengalaman menangani kasus Ahok, memaparkan bahwa untuk kasus Darmawati yang diduga menistakan agama Hindu, tetap terbuka untuk diproses di wilayah Polda Bali.

Baca juga :  Beberapa Daerah yang Potensial Longsor Tinggi di Bali

Advokat senior itu mengutip, bahwa berdasarkan pasal 84  ayat (2) KUHAP yang sejalan dengan Perkap No. 6 Tahun 2019, yang bisa dijadikan dasar untuk memproses kasus itu di Polda Bali. “Secara empirik, dalam kasus Ahok, yang 14 pelapornya ada di berbagai daerah, Polda dan Polres tetap memeriksa laporan dan mem-BAP pelapor, walaupun kelanjutan penanganannya ada di Mabes Polri. Misalnya, pelapor yang ada di Polres Bogor, di-BAP di Polres Bogor dan berlanjut di Mabes Polri,” ujarnya.

Putu Wirata, selaku pemandu FGD menegaskan, masukan-masukan yang disampaikan para narasumber tidak hanya untuk bahan laporan dan proses hukum, tetapi juga membantu kepolisian untuk memproses kasus yang mendapat atensi luas di umat Hindu dan di Bali.

Baca juga :  Di PKB, Putri Koster Tegaskan Tak Boleh Ada Produk Tiruan

Pertemuan virtual itu juga dihadiri sejumlah tokoh. Yakni Prof. Dr. Wayan Windia (Guru Besar FH Unud yang kompetensinya di bidang adat), Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si (Ketua PHDI Provinsi Bali). Gede Pasek Suardika (politisi dan aktivis agama Hindu), Dr. I Gede Rudia Adiputra (dosen di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa) dan Gusti Made Ngurah (Petajuh Majelis Desa Adat Provinsi Bali). (106)

Baca juga :  Dua Kasus Pembunuhan di Denpasar Belum Terungkap

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini