BUANG LIMBAH KE SUNGAI, PEMILIK SABLON TERANCAM DENDA RP 50 JUTA

BUANG LIMBAH KE SUNGAI, PEMILIK SABLON TERANCAM DENDA RP 50 JUTA
DITERTIBKAN – Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLHK Kota Denpasar, Ida Ayu Indi Kosala Dewi (nomor 2 dari kanan) menertibkan usaha sablon milik Ali Mustofa, Jl. Pulau Bungin, Gang Jempring, Kelurahan Pedungan, Densel, Senin (19/4/2021).

Pedungan, DENPOST.id

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar mengambil tindakan tegas terhadap pemilik usaha sablon, Ali Mustofa, Jl. Pulau Bungin, Gang Jempiring, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan (Densel). Pasalnya, limbah sablon dibuang sembarang ke sungai. Atas perbuatannya, Ali Mustofa  terancam didenda Rp 50 juta.

”Sesuai Perda Nomor 1 tahun 2015 pengusaha sablon yang membuang limbah sembarangan ke sungai sanksi denda maksimal Rp 50 juta. Sekarang tergantung keputusan hakim menjatuhkan sanksi denda saat sidang tidak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Denpasar,’’ kata Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ida Ayu Indi Kosala Dewi, di sela-sela penertiban limbah sablon di Jl. Pulau Bungin, Gang, Rabu (19/4/2021).

Baca juga :  Dua Begal Ditembak Saat Nongkrong di Jalan Gajah Mada

Kosala Dewi mengungkapkan, penertiban limbah sablon menindaklanjuti keluhan masyarakat bahwa air mengalir di sungai berwarna hitam pekat. Setelah ditelusuri ternyata pemilik usaha sablon Ali Mustofa membuang limbah sablon sembarangan  ke sungai tanpa diolah di septic tank, sehingga zat kimia mencemari lingkungan. ”Kami sudah mengecek usaha sablon milik Mustofa dan kedapatan membuang limbah ke drainase dan mengalir ke Tukad Badung. Kami langsung hentikan operasional usaha ini sambil menunggu proses hukum,’’ katanya.

Kosala Dewi mengungkapkan, Mustofa tidak mengolah limbah sablonnya dengan baik dan langsung dibuang ke sungai sehingga mencemari air yang mengalir di sepanjang Tukad Badung. ”Ali Mustofa kita proses tipiring pada Rabu (21/4/2021) lusa di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Nanti keputusan hakim yang kita jalankan, apa didenda atau ditutup usahanya,’’ tandasnya. (103)

Baca juga :  Pekak Pujiama Sebut Mafia Tanah Serobot Enam Kapling

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini