Pasokan Minim, Harga Daging Ayam Meroket

Pemulihan Ekonomi di Triwulan I 2021 Bergerak Terbatas
DAGING AYAM - Pedagang daging ayam di Pasar Kidul, Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Menjelang Hari Raya Kuningan yang berbarengan dengan bulan puasa, harga daging ayam di pasaran ternyata mulai naik. Kenaikannya bahkan hingga Rp 10 ribu per kilogram. Informasi dari pedagang, naiknya harga daging ayam diakibatkan pasokan dari peternak yang sedikit.

Pantauan di Pasar Kidul, Bangli, Senin (19/4/2021), harga daging ayam mencapai Rp 45 ribu per kg. Kenaikan ini terjadi sejak empat hari sebelumnya. “Kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak empat hari yang lalu. Mulai puasa ini dah mulai naik,”ungkap Made Jelih, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Kidul, Bangli.

Baca juga :  Dimodali BRI, Bubu Songket Asal Padang Bangkit Kembali

Selain karena bertepatan dengan bulan Ramadhan, kenaikan harga daging ayam ini diperkirakan karena pasokan ayam potong dari peternak yang juga minim. “Kami sekarang agak kesulitan mendapat pasokan ayam potong dari peternak,” katanya.

Akibat kenaikan harga ini, pembeli jadi menurun. Jelih yang awalnya mampu menjual 15 hingga 25 kg dalam sehari, tapi sekarang maksimal hanya 10 kg. Dia berharap pasokan bisa kembali normal agar harga tidak semakin melambung.

Baca juga :  Jadi Booster Pemulihan Ekonomi, BRI Fokus Berdayakan Sektor UMKM dan UMi

Hal serupa juga dikatakan Komang Gunawan, salah seorang pengusaha ayam potong. Diungkapkannya, harga ayam potong di peternak saat ini mencapai Rp 38 ribu per kg. Kenaikan harga ini lantaran jatah bibit bagi para peternak ayam memang dibatasi. “Dulu harga daging ayam pernah anjlok karena over suplai. Jadi setelah itu pasokan bibit dari pusatnya dibatasi. Misalnya dulu tiap bulan peternak dapat bibit, sekarang bisa sampai tujuh bulan baru dapat bibit,” jelas pria asal Tembuku ini. (128)

Baca juga :  Bekas Galian C Disulap Jadi Lahan Pertanian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini