Togar Situmorang: Waspadai Ceramah Atau Video yang Cederai Agama

Togar Situmorang: Waspadai Ceramah Atau Video yang Cederai Agama
BERI PENJELASAN - Togar Situmorang, S.H., M.H.,MAP, CMed, CLA. memberikan penjelasan mengenai ceramah Desak Made Darmawati yang diduga memuat ujaran kebencian dan pelecehan terhadap agama Hindu di Bali. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id
Hebohnya ceramah Desak Made Darmawati yang diduga memuat ujaran kebencian dan pelecehan terhadap agama Hindu di Bali, rupanya mengusik pengamat kebijakan publik dan advokat nasional, Togar Situmorang, S.H., M.H.,MAP, CMed, CLA.

Menurut dia, Senin (19/4/2021), Desak Made yang berlatar belakang dosen ini seharusnya punya nilai intelektual yang tidak diragukan lagi. Otomatis pula kerangka berpikir, bertindak atau kerangka dalam bersosialisasinya, pasti banyak pertimbangan. Namun entah kenapa setelah pindah agama, saat berceramah, dia malah menjelek-jelekkan dengan cerita agama masa lalunya. Desak Made mencemoh atau membuat hal-hal yang memang dianggap menceriderai keyakinan masyarakat Bali.

Baca juga :  Dari Serangan ke Pantai Nusa Dua, Bangkai Paus Kian Membusuk

Togar menambahkan sebagai warga negara yang baik dan taat pada hukum, semua umat beragama yang hidup di Indonesia punya aturan hukum. Pun suatu keyakinan memeluk agama maupun keyakinan sudah diatur dalam Pancasila sebagai ideologi dan UUD 1945, dimana negara menjamin masyarakat bebas memeluk agama sesuai kepercayaan dan keyakinannya. ‘’Ada negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara,’’ bebernya.

Advokat yang sering disapa Panglima Hukum ini juga mengungkapkan ceramah atau video yang memuat konten yang diduga mencederai agama lain seharusnya diwaspadai agar jangan sampai viral. Langkah preventif itu diperlukan supaya setiap warga negara tetap tenteram dan damai, tidak menimbulkan gejolak dan melukai perasaan agama lain. Selain itu, jangan sampai ada agama yang satu merasa paling benar.

‘’Tanpa diminta pun aparat seharusnya menindak kasus seperti ini. Tim Cyber Polri serta tim di Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) juga memblokir video semacam ini, karena dapat melukai keyakinan masyarakat tertentu. Seseorang seharusnya jangan bicara seperti itu karena keyakinan itu adalah kepercayaan dari pribadi sehingga tidak elok membicarakan keyakinan orang lain di muka umum,’’ tegas Togar.

Baca juga :  Garong yang Ditembak Pernah Gasak Jam Tangan Seharga Rp 160 Juta

Dia juga menyebut agar masyarakat menjaga toleransi, menghormati, dan menghargai antarumat beragama, dan menjaga keanekaragaman. Dengan demikian, bangsa Indonesia hidup rukun, tenteram dan damai. ‘’Makanya janganlah membuat sesuatu yang tidak baik dengan memviralkan ujaran kebenciaan atau hate speech. Walau ada permintaan maaf, proses hukum harus jalan guna menimbulkan efek jera. Aparat juga mesti bijak melihat perbuatan seseorang karena hukum itu harus ditegakkan agar ada rasa keadilan dan kemanfaatan,’’ tandas Togar. (yad)

Baca juga :  Gubernur Akui Dua Covid-19 Varian Baru Telah Masuk Bali

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini