Berada di Dekat Pura, Masjid di Atas Awan Saksi Toleransi Masyarakat Karangasem

Tertinggi di Bali, Masjid di Atas Awan Saksi Toleransi Masyarakat Karangasem
Di ATAS AWAN - Masjid Al Ikhlas terlihat menawan dengan dinaungi kabut perbukitan. Karena pesonanya itu, masjid ini dikenal dengan masjid di atas awan.

Amlapura, DENPOST.id

Selain terdapat pura terbesar di Bali, Kabupaten Karangasem juga menyimpan tempat suci lainnya yang tak kalah istimewa. Adalah Masjid Al Ikhlas di Dusun Bukit Tabuan, Desa Bukit, Karangasem. Tempat ibadah ini menjadi masjid tertinggi di Bali yakni berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL). Bahkan, karena lokasinya itu, masjid ini kerap dijuluki masjid di atas awan. Lokasinya yang tinggi membuat nyaris sepanjang hari masjid ini dinaungi kabut perbukitan sehingga terlihat seperti di atas awan.

Bagi warga yang kerap tangkil ke Pura Bhur Bwah Swah, pasti tak asing dengan bangunan masjid menyerupai candi ini. Letaknya memang tidak jauh dari Pura Bhur Bwah Swah yakni hanya berjarak 500 meter.  Penanggung jawab masjid, Hasan Basri, menuturkan, ada 12 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi jamaah tetap masjid ini. “Dari sini kita dapat menyaksikan pemandangan alam yang indah seperti dua gunung yakni Gunung Agung dan Rinjani, Pulau Lombok, serta hamparan laut dan Kota Amlapura,” paparnya.

Baca juga :  Kadek Sepi Ternyata Dipukul dan Dibekap sang Ayah Hingga Tewas

Pesona ini membuat masjid kerap didatangi warga yang ingin sembahyang sekalian berwisata. “Akan lebih bagus pada malam hari dengan pesona lampu-lampu, ” jelasnya.

Tak hanya pesonanya, masjid yang dibangun sejak tahun 2008 ini juga menjadi saksi toleransi antarumat beragama di Bukit Tabuan. “Di pura di atas masjid yakni di Pura Bhur Bwah Swah, kami jamaah masjid biasa menggelar upacara bersama umat Hindu di sana. Diadakan setahun sekali. Kalau di tahun ini kira-kira 7 bulan lagi,” ungkapnya. Antarumat beragama ini juga saling menjaga dan menghormati satu dan lainnya.

Baca juga :  15 Hari Tak Makan, Nelayan Makassar Ditemukan Selamat di Tulamben

Bangunan masjid tidak terlalu luas, hanya berukuran 2 are termasuk halaman dan lahan parkir. Dikatakan Hasan, dulunya masjid ini adalah sebuah mushola. “Sejak 2008, salah satu tokoh Islam Karangasem memprakarsai mendirikan sebuah masjid secara gotong-royong. Hingga akhirnya berdiri masjid yang dikenal sebagai masjid di atas awan seperti sekarang, ” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Bukit Tabuan, Mahyoden, menuturkan, umat Islam di Bukit Tabuan telah ada sejak abad ke-17. Kala itu, Raja Karangasem melakukan ekspansi wilayah hingga ke Pulau Lombok. Pulang ke Karangasem sejumlah penduduk Lombok ikut diajak untuk membantu kerajaan.  “Penduduk Lombok diberi tempat bermukim, salah satunya di Wilayah Dusun Tabuan ini, ” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  Seorang Napi Positif Covid-19, Sekda Suplai Vitamin dan Masker

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini