Penekun Usadha Bali, Cokorda Gede Rai Berpulang

picsart 04 20 06.16.44
COKORDA RAI - Istri almarhum Cokorda Rai, Ni Ketut Lestari didampingi putrinya Cokorda Istri Padmi Swari, di rumah duka, Selasa (20/4/2021)

Gianyar, DENPOST.id

Penekun usadha Bali, Cokorda Gede Rai yang akrab disapa Cokorda Rai Puri Negari (91) asal Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Minggu (18/4/2021) pukul 05.00 Wita, meninggal dunia di Rumah Sakit Ganesha akibat pendarahan, setelah menjalani operasi patah tulang.

Almarhum Cokorda Rai Puri Negari telah mendedikasikan hidupnya selama ini di bidang usadha Bali. Tentang usadha Bali, Cokorda Rai selain terkenal di Bali, luar Bali namun paling terkenal di luar negeri. Semasa hidupnya dan aktif menjalani pengobatan usadha Bali, Cokorda asal Ubud ini banyak menerima tamu/pasien dari luar negeri.

Yang datang dari luar negeri bukan saja berobat, namun juga pada banyak yang belajar tentang obat tradisional atau herbal. Bahkan ada seorang profesor belajar kepada Cokorda Rai tentang usadha Bali, dan membuat buku.

Istri kedua almarhum Cokorda Rai, Ni Ketut Lestari, didampingi putrinya Cokorda Istri Padmi Swari, ditemui di rumah duka Selasa (20/4/2021) mengatakan Cokorda Gede Rai lahir Tahun 1930 di Puri Ubud. Setelah dewasa, Cokorda Gede Rai tinggal di Puri Negari di Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar.

Baca juga :  Temuan Mayat di Sungai Petanu, Diduga Jasad Komang Ayu

Cokorda Gede Rai memiliki dua istri. Istri pertama bernama Cokorda Istri Negari dikaruniai lima anak. Sekitar 35 tahun lalu, istri pertama meninggal dunia. Tidak berselang beberapa tahun menduda, Cokorda Rai menikahi Ni Ketut Lestari kelahiran  Buleleng, namun orang tua sudah lama di Negari. Dari istri kedua dikarunai empat orang anak.

Ketut Lestari menuturkan almarhum Cokorda Rai semasa hidup hampir 35 Tahun menekuni usadha Bali. Ini berawal dari belajar otodidak dan taksu dari leluhur mereka  dari Puri Ubud, beliau semakin mendalami usadha Bali.

Baca juga :  Bus Pariwisata Tabrakan di Jembrana

Pengobatan yang dilakukan antara lain menggunakan totok urat saraf dan menciptakan mudra dan olah pernapasan. Ini menggunakan sembilan tingkatan mudra yang dipadukan dengan gerak olah tubuh. Teknik pengobatan mengacu pada lontar-lontar terkait usadha Bali yang merupakan “tamian” leluhurnya.

Dalam pengobatan, Cokorda Rai Puri Negari ini juga menggunakan tenaga dalam dengan menyalurkan energi murni kepada pasien yang berobat. Dalam mengobati pasien, Cokorda Rai tidak mematok sesari atau biaya pengobatan karena sepenuhnya keikhlasan pasien. Terkadang Cokorda Rai tidak mau menerima uang sesari. Walaupun dalam pengobatan menyalurkan energi murni, beliau hanya menganggap diri sebagai perantara sepenuh hasil pengobatan merupakan kehendak yang di atas dan karma dari pasien.

Baca juga :  Gara-gara Dupa, Tempat Yoga di Ubud Ludes Terbakar

Sesuai rencana, Sabtu (8/5/2021) jenazah akan dibawa ke rumah duka di Puri Negari. Acara dilakukan upacara nyiramin, Selasa (11/5/2021) dan palebon, Rabu (12/5/2021).(116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini