9 Penerima Bedah Rumah Beberkan Fakta Tak Beres di SPJ

9 Penerima Bedah Rumah Beberkan Fakta Tak Beres di SPJ
BEDAH RUMAH - Penerima bedah rumah diperiksa di Kantor Kecamatan Kubu, Kamis (22/4/2021) lalu.

Amlapura, DENPOST.id

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Karangasem (Kejari) terus menemukan fakta baru terkait dugaan korupsi dana bedah rumah, di Desa Tianyar Barat, Karangasem. Sejak Kamis (22/4/2021) lalu, 9 saksi baru dipanggil untuk dimintai keterangan. Kesembilannya merupakan warga penerima bedah rumah. Tim Penyidik menemukan fakta baru terkait Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang dibuat tersangka.

Kasi Intel Kejari Karangasem, Dewa Gede Semara Putra, mengatakan, 9 orang saksi diperiksa di Kantor Kecamatan Kubu, Kamis (22/4/2021) lalu. “Ya benar, mereka diperiksa selama 4 jam,” terangnya.

Baca juga :  Cuaca buruk, Harga Bahan Pokok Naik

Diwawancara terpisah, salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan beberapa keganjalan pada surat pertanggungjawaban (SPJ) yang dibuat tersangka. Di antaranya nota-nota slip penarikan uang yang termuat dengan tanda tangannya padahal sebenarnya tak pernah ditandatangani saksi. “Tidak, tidak pernah (menandatangani slip penarikan bantuan bedah rumah),” kilah saksi.

Tak hanya itu,  dalam LPJ perangkat desa juga menggunakan foto rumah  penerima bantuan lain. Menurutnya, fakta di lapangan rumah saksi belum selesai 100 persen. “Foto rumah yang ada di LPJ bukan rumah bantuan kita,  tapi rumah penerima lain,” bebernya. (yun)

Baca juga :  Klungkung Teruskan Karantina OTG-GR di Hotel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini