Dua Kebakaran Terjadi Saat Kuningan, Satu Orang Terluka

picsart 04 25 01.45.28
PADAMKAN API - Petugas sedang melakukan pemadaman api di rumah dosen di Jalan WR Supratman, Denpasar Timur, Denpasar, yang terbakar.

Kereneng, DENPOST.id

Dua kebakaran cukup besar tarjadi saat perayaan Hari Suci Kuningan, Sabtu (24/4/2021). Pertama, merajan milik Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, di Jalan WR. Supratman No 281, Denpasar Timur terbakar Sabtu siang.

Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi, Minggu (25/4/2021) mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30. Saat itu Suparta bersama keluarganya baru selesai melakukan persembahyangan. “Lokasi merajan berada di lantai tiga,” ucapnya.

Selang beberapa jam kemudian, pemilik rumah mendengar suara teriakan tetangganya yang mengatakan jika ada kepulan asap dari atap bale piasan di merajan. Penghuni rumah mendadak panik dan berupaya memadamkan api dengan menyiramkan air menggunakan api. “Angin yang berhembus kencang menyebabkan api dengan cepat membesar hingga merembet ke bangunan pelinggih lainnya yang beratapkan ijuk,” ucap Sukadi.

Dilanjutkannya, petugas menduga menyebab kebakaran berasal dari api dupa usai melakukan persembahyangan. Akibat peristiwa tersebut, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 200 juta lebih.

Baca juga :  Pedagang Musiman Sering Ditertibkan dan Berjualan Lagi, Satpol PP Denpasar Bilang Ini

Di lokasi terpisah, kebakaran menimpa Beach Bums Cafe di Canggu, Kuta Utara, Badung, sekitar pukul 11.30 wita. Dalam peristiwa tersebut, seorang karyawan di lokasi kejadian mengalami kebakaran di wajah dan beberapa bagian tubuhnya. Kebakaran diduga akibat ledakan tabung gas elpiji 50 Kg.

picsart 04 25 01.40.13
TERBAKAR – Tim pemadam kebakaran saat memadamkan api di Beach Bums Cafe di Canggu, Kuta Utara, Badung.

Sukadi mengatakan, awalnya dua orang tenaga isi ulang gas elpiji dari Bali Petro Jaya Bright Gas tengah memasang gas. Pada saat pemasangan itu, salah seorang tenaga itu mengatakan bila regulator susah dibuka. “Kemudian dibuka secara paksa. Setelah regulatator terbuka ternyata sudah longgar atau dol,” paparnya.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Gubernur Serahkan ‘’Pararem’’ ke 1.493 Desa Adat

Mengetahui hal tersebut, staf dapur yakni Putu menanyakan kepada tenaga gas, apakah itu aman dan kemudian dijawab aman oleh tenaga gas tersebut. Tak berselang lama, tabung mengalami kebocoran dengan mengeluarkan suara berdesis yang keras. “Dalam peristiwa tersebut seorang tenaga gas mengalami luka bakar dan telah dirawat di rumah sakit. Sebelum kejadian, petugas gas telah menyarankan agar staf dapur menghabiskan gas sebelumnya yang masih berada dalam selang karena saat pemasangan gas elpiji yang baru terjadi kebocoran di legulator. Hanya saja staf dapur bersikeras ingin mengganti hingga akhirnya terjadi ledakan,” pungkasnya. (124)

Baca juga :  Warung Kaget KPRK Sasar Bangli, Suastini Koster Salurkan Sembako

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini