6 Penari Dipilih Lewat Wangsit, Tari Baris Panah Bidik Kesuburan

picsart 04 25 03.13.58
BARIS PANAH - Ritual memohon kesuburan lewat Tari Baris Panah digelar Di Pura Banjar Tengah Desa Adat Bungaya saat Kuningan, Sabtu (24/4/2021).

MENGENAKAN sebuah gelungan dihias bunga kamboja segar, berbusana saput dan kamen khas Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, 6 pemuda Desa yang terpilih melalui wangsit Sesuhunan Pura Banjar Tengah, akan melakukan ritual memohon kesuburan lewat sebuah tarian. Ritual ini dilaksanakan tiap Hari Raya Kuningan. Para penari ini membawa seperangkat panah. Itu sebabnya tarian yang memiliki pesona magis ini disebut Baris Panah.

Tokoh Masyarakat setempat, I Gede Krisna Adi Widana, menuturkan, tarian ini dipentaskan oleh pemuda desa di Pura Banjar Tengah saat puncak piodalan yaknj Saniscara Tumpek Kuningan, seperti yang dilaksanakan pada Sabtu (24/4/2021). Sebelum pementasan berlangsung, akan digelar upakara matur piuning di pura setempat. Tujuannya memohon petunjuk niskala dalam menentukan penari yang disebut Sorpe Lanang.

Baca juga :  Beli Sayur Petani Kintamani, Komunitas dari Desa Galang Donasi

Para Sorpe Lanang akan pentas di pelataran pura sebelum prosesi persembahyangan. Masyarakat setempat meyakini, tiap gerak dalam tarian memiliki makna memohon kesuburan. “Ada gerakan ngeed yang bermakna belajar, kemudian mengibaskan oncer bermakna kita harus berusaha dan gerakan memanah bermakna memfokuskan diri untuk hidup sesuai ajaran agama dan adat,” papar Krisna.

Salah satu gerakan khas dalam tari baris panah ini adalah ritual membidik panah. Gerakan akan diawali dengan mengarahkan anak panah ke tanah, sebagai simbol memohon restu. Setelah itu disusul gerakan membentangkan busur panah ke sembilan arah penjuru mata angin, secara bergantian. Diawali bergerak menghadap ke utara dengan membentangkan busur lalu melepas anak panah, disusul ke arah timur, arah selatan, arat barat, arah tengah, arah timur laut, arah tenggara, arah barat daya, dan arah barat laut. Usai itu kembali di bentangkan ke arah depan sebagai simbol membidik kesuburan yang ada di desa setempat. “Sebagai ucapkan syukur sekaligus memohon kesuburan kembali ke maha pencipta,” pungkas Krisna. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini