Dinas Perkim Hanya Dapat Jatah Bedah 12 Rumah

picsart 04 26 10.09.56
TAK LAYAK HUNI – Dinas Perkim dan Pertanahan segera memperbaiki salah satu rumah warga kurang mampu di Denpasar Timur menjadi rumah layak huni dalam program bedah rumah tahun 2021.

Lumintang, DENPOST.id

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (Perkim) dan Pertanahan Kota Denpasar tahun 2021 ini hanya melakukan perbaikan rumah masyarakat berpengasilan rendah 12 unit karena anggaran yang dialokasikan terbatas.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar, Ni Wayan Vijanyanthi Sari, Senin (26/4/2021) mengatakan, perbaikan rumah masyarakat kurang mampu tersebar di empat kecamatan sebelumnya diajukan 50 unit melalui APBD Induk 2021. Namun terbatasanya anggaran akibat pandemi virus corona hanya diberikan 12 unit perbaikan rumah tak layak huni.

Baca juga :  Masa Pandemi Covid-19, UMKM Alami Kemerosotan

Ke-12 masyarakat yang mendapat perbaikan rumah tak layak huni menjadi prioritas dan masing-masing dianggarkan Rp 30 juta. ”Masyarakat yang dapat bedah rumah tahun ini betul-betul tidak mampu. Rumah tak layak huni diperbaiki menjadi layak huni,’’ kata Vijayanthi Sari.

Vijayanthi Sari menjelaskan, 12 unit bedah rumah tersebar di empat kecamatan yakni Denpasar Utara (Denut), Denpasar Timur (Dentim), Denpasar Utara (Denut) dan Denpasar Barat (Denbar) masing-masing mendapat jatah 3 unit rumah. Namun proses perbaikan belum dilakukan karena masih dalam tahap pembuatan DED (Detail Engineering Design).

”Kita melakukan perbaikan rumah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah melalui tender sehingga ada harga penawaran saat lelang. Sesuai harga lelang satu unit rumah itu dikerjakan pemborong tanpa mengurangi pelaksanaan pekerjaan,’’ jelasnya.

Baca juga :  Di Denpasar, 10 Pasien Sembuh dan 20 Orang Positif Covid-19

Masyarakat yang mendapat jatah bedah rumah, lanjut Vijayanthi Sari, kriteria proses bedah rumah berdasarkan data base dari Dinas Sosial Kota Denpasar. Sebelum dipilih dilakukan verifikasi ke desa/kelurahan dan dari desa/kelurahan mengusulkan nama-nama masyarakat yang rumahnya tidak layak huni. Setelah itu, tim terlebih dahulu mengecek rumah masyarakat, apa layak mendapat bantuan bedah rumah atau tidak.

”Kalau rumah masyarakat benar-benar memenuhi syarat untuk diperbaiki, kiya lakukan sesuai kriteria yang telah ditentukan,” ujarnya.

Baca juga :  Cegah Kerumunan, Peringatan Puputan Margarana Digelar Sederhana

Dia mengungkapkan, bedah rumah tahun ini ada inovasi menambah arsitektur Bali pada bagian atap, seperti murda dan bentala agar memiliki ciri khas stil Bali sesuai identitas budaya masyarakat. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini