PDI Perjuangan Terus Benahi Kaderisasi Partai

PDI Perjuangan Terus Benahi Kaderisasi Partai

 

Denpasar, DenPost.id

DPP PDI Perjuangan terus melakukan pembenahan kaderisasi karena menjadi kunci regenerasi dan pembaruan sesuai sejarah, spirit, dan jati diri partai. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu saat memberikan materi training of trainer (TOT) Guru Kader Tingkat Nasional secara daring di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (24/4/2021) dan Minggu (25/4/2021). Demikian siaran pers yang diterima DenPost.id di Denpasar, Senin (26/4/2021)

Selain Hasto, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saeful Hidajat, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, mengisi materi. Bagi PDI Perjuangan, kata Hasto, tata kelola partai dan kaderisasi partai dengan peran para guru kader sebagai pendidik menjadi sangat penting. Kepala Badiklat Pusat PDI Perjuangan Daryatmo Mardiyanto juga memberikan pengarahan di sela-sela waktu yang tersisa selama TOT berlangsung. “Program TOT Guru Kader Tingkat Nasional tahun 2021 merupakan kegiatan yang sangat strategis untuk menyegarkan kembali materi-materi kaderisasi pada setiap kaderisasi tingkat pratama dan madya di daerah-daerah seluruh Indonesia,” beber Hasto.

Ideologi partai dan pendidikan kader, lanjut dia, merupakan tarikan napas dalam penguatan sebagai partai ideologis. Menurut Hasto, kaderisasi bagi PDIP penting sehingga di berbagai daerah terus digiatkan pembangunan kantor partai yang di dalamnya memberi ruang untuk kebudayaan. “DPP akan terus membangun kantor sehingga partai benar-benar hadir di tengah masyarakat dan menjadi tempat untuk menggembleng kader partai,” lanjutnya.

Baca juga :  Soal Mitigasi Corona, Masyarakat Diminta Tak Ragukan Pemerintah

Dalam kesempatan itu, Hasto menyinggung sejarah partai dari era PNI sampai menjadi PDI Perjuangan. Selain itu, dia menceritakan bagaimana setelah sekian tahu badiklat baru berfungsi melakukan kaderisasi guru kader selama 10 hari pada tahun 2002.  “Bung Karno mengatakan bahwa kader partai harus berusaha menjadi otot partai, biji mata partai, dan otak partai. Semoga kami bisa mewujudkan ajaran Bung Karno di tengah situasi pandemi ini. Pendidikan guru kader ini diharapkan melahirkan kader-kader baru di daerah masing-masing,” tandas Hasto.

Baca juga :  Minggu, 82 Orang Terpapar Covid-19 dan Dua Pasien Meninggal di Denpasar

Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saeful Hidajat menambahkan bahwa TOT ini juga bertujuan memperkuat karakter, budi pekerti, integritas, loyalitas, dan dedikasi para guru kader. “TOT Guru Kader Tingkat Nasional tahun 2021 dilaksanakan dengan mengikuti standar protokol kesehatan covid-19 yang diselenggarakan secara daring dan tatap muka dengan peserta yang direkomendasi  DPD PDI Perjuangan,” bebernya.

Djarot menyebutkan peserta daring (online) sebanyak 155, sedangkan peserta tatap muka (offline) sebanyak 35 orang. Dengan demikian, total peserta TOT Guru Kader Tingkat Nasional sebanyak 190.

Pada masa pandemi ini, menurut Djarot, partai dan para guru kader dituntut mampu berinovasi dan berkreasi dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan.

Baca juga :  Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Denpasar Gelar Donor Darah

Sebelumnya,  kegiatan TOT Guru Kader yang digelar selama dua hari ini dibuka dan ditutup Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, diawali dengan pengantar dan pembacaan tata tertib oleh Kepala Sekolah TOT Guru Kader PDI Perjuangan Tingkat Nasional 2021 I Wayan Sudirta. Dalam pengantarnya sebagai Kepala Sekolah, Wayan juga mengutip pernyataan dari bapak pendiri bangsa Bung Karno yang disampaikan pada pidato 26 Mei 1958 dalam kursus Pancasila di depan kader-kader Pancasila di Istana Negara.  “Bung Karno menyatakan waktu menggali Pancasila sampai saf (lapis) yang paling dalam, yaitu saf pra-Hindu agar Pancasila selain dapat menjadi titik temu yang menyatukan, juga sebagai alat pemersatu, “meja statis”, juga mampu menjadi “leidstar dinamis” yang dapat memberikan orientasi dan cita-cita bangsa ke depan. Untuk itu sebagai kader partai, Pancasila harus dijadikan identitas, pandangan hidup, dan jati diri yang bersifat dinamis,” tandas Sudirta. (r)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini