“Ngerebong” Tetap Digelar, Pamedek Diatur Bergiliran

0
7
“Ngerebong” Tetap Digelar, Pamedek Diatur Bergiliran
NGEREBONG - Suasana Ngerebong di Pura Agung Petilan Kesiman, Minggu (2/5/2021).

Kesiman Petilan, DENPOST.id

Meski dalam suasana pandemi, tradisi Ngerebong di Pura Agung Petilan Kesiman, tetap dilaksanakan, Minggu (2/5/2021). Prosesi Ngerebong berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Selain mengatur waktu pamedek yang datang, persembahyangan ini juga diawasi ketat pecalang Desa Adat Kesiman, serta pecalang dari masing-masing banjar se-Kesiman.

Pantauan di lapangan, para pamedek dan sasuhunan ida batara dari masing-masing banjar, pura maupun merajan silih berganti datang ke Pura Agung Petilan Kesiman. Dimulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 10.00 Wita yang datang dari Desa Kesiman Kertalangu. Selanjutnya pada pukul 12.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita (Desa Kesiman Petilan) dan terakhir pada pukul 14.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita (Kelurahan Kesiman).

Baca juga :  PNS Jembrana Disumpah Lewat Video Telekonferensi

Pada pukul 15.10 Wita, puncak upacara Ngerebong dimulai. Tak berselang lama, pepatih, rangda dan barong kerauhan (kesurupan). Selanjutnya, patih, rangda dan barong keluar area pura menuju jaba pura untuk mengelilingi wantilan ke arah kiri untuk ngider buana.

Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna, mengatakan, tradisi Ngerebong di Desa Adat Kesiman kembali digelar seperti sebelum pandemi. “Kalau rangkaiannya biasanya pratima diiring untuk melakukan pasucian. Tetapi sekarang pratima malinggih di Pura Agung Petilan, nantinya yang nuur tirta pemangku,” jelasnya.

Baca juga :  Belum Ada Lonjakan Pelaku Perjalanan ke Buleleng

Setelah itu, baru akan dilakukan Ngerebong dengan rangkaian ngurek dan ngider buwana. “Persembahyangan kami dahulukan. Setelah itu dilakukan prosesi Ngerebong. Jadi, yang sudah selesai sembahyang bisa berkumpul di wantilan sambil menonton Ngerebong,” terangnya.

Yang ikut dalam Ngerebong juga terbatas, yakni hanya yang bertugas memegang dua-tiga orang, pemangku dan prajuru. “Jadi tidak akan seramai dulu. Masyarakat yang menonton di wantilan juga dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat agar bisa menerapkan prokes, khususnya menjaga jarak. Dalam prosesi Ngerebong juga disiapkan tim medis dari puskesmas yang bertugas,” pungkasnya. (112)

Baca juga :  Aparat Gabungan "Serbu" Pangkung Ulun Danu

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini