Merugi Miliaran Rupiah, Pengusaha Kapal Bingung Bayar THR

Merugi Miliaran Rupiah, Pengusaha Kapal Bingung Bayar THR
MUDIK - Kebijakan larangan mudik membuat pengusaha kapal di Pelabuhan Padang Bai merugi miliaran rupiah.

Amlapura, DENPOST.id

Kebijakan larangan mudik yang berlangsung dari 6-17 Mei membuat pengusaha ferry di Pelabuhan Padang Bai, Kecamatan  Manggis, Karangasem merugi. Gabungan Pengusaha Angkutan  Sungai, Danau dan Penyebrangan (Gapasdap) di Pelabuhaan Padang Bai, mengungkapkan bila dibandingkan dengan kondisi normal pihaknya merugi hampir Rp 6,4 miliar. Kondisi ini membuat pihak perusahaan kebingungan biaya operasional. Apalagi perusahaan harus memberi Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pegawai.

Baca juga :  Senderan Jebol Timpa SMP 6 Amlapura

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPC Gaspasdap Pelabuhan Padang Bai, Anang  Heru. Diwawancara beberapa waktu lalu,  Heru menuturkan,  jika mengacu dari data tahun 2019 dari H- 7 sampai H+7  Lebaran penghasilan global penyeberangan kurang lebih  mencapai sekitar Rp 74 milliar. Sedangkan sejak pandemi 2020 lalu, pengahasilan  global kurang lebih hanya Rp 1 milliar. “Kemungkinan penghasilan dari pelayaran 2021 akan kembali mengalami penurunan,” ungkapnya.

Baca juga :  10 Menit Jadi, Perpanjang SIM Drive Thru Pertama di Bali

Dia berharap Pemerintah tak melakukan perpanjangan larangan mudik. Sebab, jika itu terjadi anggaran operasional akan semakin minim. “Kita harus menggaji karyawan juga harus memberi THR, ” jelasnya. Tak hanya itu, Heru juga berharap pemerintah tak melakukan pembatasan penyeberangan kendaraan bermuatan logistik. “Hal tersebut sempat berlaku saat pandemi lalu. Semoga batasan penyeberangan itu tak diberlakukan lagi, ” harapnya.  (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini