Kepala Kesdam Bantah Stok Vaksin Krisis

Kepala Kesdam Bantah Stok Vaksin Krisis
Kepala Kesehatan Kodam IX/ Udayana, Kol. CKM. dr. I Mardika

Dauh Puri, DENPOST.id

Sejumlah fasilitas kesehatan di tingkat provinsi menutup layanan vaksinasi sejak lima hari lalu. Kondisi itu dikarenakan keterbatasan vaksin yang tersedia di Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Stok vaksin di tingkat provinsi sempat menipis, namun tidak mengalami krisis vaksin. Hal itu dikatakan Kepala Kesehatan Kodam IX/ Udayana, Kol. CKM. dr. I Mardika, ketika diwawancarai Senin (3/5/2021) di kantornya.

“Tidak ada istilah krisis vaksin di Bali. Ini karena perubahan distribusi saja. Sekarang vaksin itu tersedia di layanan kesehatan tingkat kabupaten/ kota,” ungkapnya.

Dia menyebut pada Senin ini Dinas Provinsi Bali kembali menerima kiriman vaksin jenis Astrazeneca sebanyak 500.000 dosis untuk suntikan pertama.

Baca juga :  Pasien Corona di Bali Terus Bertambah, Seorang PMI dan Tujuh Lokal

Meski distribusi vaksin berubah ke tingkat kabupaten/ kota, di Kesdam layanan tersebut tetap dibuka setiap Senin hingga Sabtu. Layanan ini umumnya melayani para lansia, pegawai perbankan dan kelompok masyarakat rentan lainnya. Vaksinasi juga dilakukan di Rumah Sakit Tingkat Pertama (RSTP) Sudirman secara drive thru.

Di kabupaten, layanan dipusatkan di RSTP Rindam, Tabanan dan RSUD Singaraja. Dia mengatakan, Kodam IX/ Udayana akan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam menuntaskan vaksinasi terhadap 3 juta jiwa atau 70 persen dari jumlah penduduk Bali. (106)

Baca juga :  Puskesmas Dawan I Tangani 16 Kasus HIV/AIDS, Seorang Meninggal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini