Lima Tersangka Pemerkosaan Terancam 12 Tahun Penjara

picsart 05 03 06.24.19
PELAKU PEMERKOSAAN - Dua orang pelaku pemerkosaan, saat diperiksa di Mapolres Gianyar.

Gianyar, DENPOST.id

Setelah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan korban, akhirnya Polres Gianyar menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pemerkosaan korban MACD (18) seorang karyawan toko modern.

Lima orang yang ditetapkan tersangka masing-masing GA (25), CA (22), PR (41), AAGD (27) dan GNAC (30) asal Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar. Kini lima tersangka sudah ditahan dan dijerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Laorens Rajamangapul Heselo, Senin (3/5/2021) menjelaskan setelah polisi menerima laporan korban, malam itu juga polisi melakukan pengejaran pelaku ke lapangan. Awalnya, polisi mengamankan dua orang pelaku GA dan CA yang dikenal korban dan menjemput korban. Dari dua orang ini, polisi kemudian mengamankan tiga orang lainnya.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi termasuk korban. Setelah 1 x 24 jam kami tetapkan sebagai tersangka,” tegas Kasat Reskrim Polres Gianyar.

Baca juga :  Tanah Longsor Tutupi Jalan di Sebatu 

Dikatakan, awalnya pada Jumat (30/4/2021) sekitar pukul 23.30 Wita, korban MACD pulang dari kerja di sebuah toko modern diwilayah Mas Ubud, dan dijemput GA dan CA. Korban di jemput di depan toko modern oleh GA dan CA secara paksa.

Selanjutnya korban diajak naik motor ke tempat teman-teman pelaku minum. Karena korban berteriak terus selanjutnya korban diajak ke kebun/tegalan milik saksi GP di daerah Banjar Kertawangsa, Desa Lodtunduh, Ubud. Dikebun milik saksi GP korban diperkosa secara bergantian oleh lima orang. Dari lima orang tersebut, dua orang pelaku yakni GA dan CA sudah dikenal korban. Awalnya yang mencicipi, yakni GA kemudian CA dan selanjutnya tiga orang pelaku lainnya.

Baca juga :  Membandel, Satpol PP Gianyar Bongkar Paksa Sejumlah Bedeng

Kata Kasat Reskrim Polres Gianyar, usai melampiaskan nafsunya, korban kemudian dikembalikan lagi ke toko modern. Tiba di toko modern, korban menangis dan menelepon teman kerja. Kepada teman kerjanya, korban menceritakan kejadian pilu yang menimpanya, sehingga teman kerja korban mengantarnya kerumah korban.

Korban kemudian menyampaikan kejadian memilukan tersebut, kepada ibunya saksi NNS (45) asal Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan. Atas kejadian tersebut, NNS kemudian melaporkan kasus memilukan tersebut ke Mapolres Gianyar.

Baca juga :  Roboh, ‘’Bade’’ Timpa Rumah Warga di Keliki

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Laorens Rajamangapul Heselo menerima laporan langsung bergerak dan mencari pelaku. Menurut Kasat Reskrim Polres Gianyar, modus operandi salah seorang pelaku GA mengancam korban kalau tidak mau berhubungan badan maka foto telanjangnya akan disebarkan ke media sosial (medos). Karena takut, korban akhirnya mau mengikuti keinginan dari pelaku GA, selanjutnya pelaku bersama dengan pelaku yang lainnya menyetubuhi korban secara bergiliran.

Disinggung soal di antara pelaku sudah berumah tangga, ada pelaku mau menikah dan ada pelaku mau berangkat ke kapal pesiar? Kasat Reskrim Polres Gianyar mengaku pihaknya belum mendalami sejauh itu.(116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini