Prajuru Desa Adat Lodtunduh Segera Rapatkan Sanksi Adat Pemerkosa

picsart 05 05 08.21.51
Bendesa Adat Desa Lodtunduh, Made Karya.

Gianyar, DENPOST.id

Penyidik Polres Gianyar, belum lama ini telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan dengan korban seorang karyawan toko modern MACD (18) asal Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan.

Lima tersangka masing-masing GA (25), CA (22), PR (41), AAGD (27) dan GNAC (30) asal Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar dijerat Pasal 285 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Selain diproses secara hukum, para pelaku yang sebagian sudah ada berkeluarga itu juga terancam sanksi adat dari desa adat tempat kejadian perkara di Desa Lodtunduh.

Baca juga :  Di Gianyar, Bencana Pohon Tumbang Terjadi di 7 Kecamatan

Bahkan pihak Desa Adat Lodtunduh akan segera menggelar pertemuan untuk membahas sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada para pelaku.

Bendesa Adat Desa Lodtunduh, Made Karya dihubungi, Kamis (5/5/2021) mengatakan pascadugaan pemerkosaan yang terjadi diwilayahnya, pihaknya akan membahasnya dalam rapat. Tentang apa saksi akan diberikan kepada lima orang pelaku, Bendesa Lodtunduh mengaku masih menunggu hasil rapat. Sebab, dalam Awig-awig dan parararem desa soal pemerkosaan belum diatur, sehingga apa sanksi yang akan dijatuhkan masih menunggu hasil rapat nanti.

Baca juga :  Ramai Dikunjungi Wisatawan, Tingkat Hunian Hotel di Nusa Penida Masih Sepi

Menurut Bendesa Lodtunduh, dilihat dari kasus-kasus sebelumnya seperti kasus perkelahian, kasus kematian di tempat kos-kosan, itu sudah diatur dalam Awig-awig dan pararem dengan digelar upacara pecaruan. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini