Terjatuh dari Atap Dapur, Warga Bangunlemah Tewas

picsart 05 08 12.43.05
CEK LOKASI - Petugas kepolisian saat melakukan pengecekan lokasi jatuhnya I Ketut Lemuh.

Bangli, DENPOST.id

Musibah kecelakaan kerja menimpa I Ketut Lemuh (51), warga Banjar Bangunlemah Kawan, Desa Apuan, Susut, Bangli. Pria yang berprofresi sebagai petani ini meregang nyawa setelah terjatuh dari atap bangunan dapur milik I Ketut Merta Dana (40), warga setempat, Jumat (7/5/2021) sekitar pukul 10.00.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, saat itu korban bersama Merta Dana hendak meratakan talang air yang ada di atas atap gedung bangunan dapur dengan material pasir dan semen. Saat menaiki tangga, korban juga berpijak pada talang air beton yang masih basah. Nah pada saat menarik material pasir dan semen itulah, tiba-tiba penyangga talang air tersebut jebol.

Baca juga :  Ribuan PKL dan Warung Terima Bantuan Berjualan

Lemuh tak mampu mengendalikan keseimbangan dan berpegangan,
sehingga korban terjatuh pada ketinggian kurang lebih 4 meter. Korban langsung tidak sadarkan diri. Selanjutnya Merta Dana bersama ibunya, Ni Ketut Sampun (63) menggotong korban untuk dibaringkan di teras rumah. Karena tetap tak sadarkan diri, dibantu warga sekitar,
korban dirujuk ke RSUD Bangli guna mendapatkan pertolongan medis.

Dari TKP sampai tiba di RS, korban masih tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, Lemuh dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal. Selanjutnya kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Susut.

Baca juga :  Semua Kontak Erat Bocah di Demulih, Bangli, Negatif Corona

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Sabtu (8/5/2021), mengatakan, pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi yang dikuatkan dengan surat pernyataan. “Pihak keluarga korban menerima kematian tersebut murni akibat kecelakaan kerja bukan karena sebab lain terkait kejahatan,” katanya.

Sementara dari hasil visum oleh petugas medis RSUD Bangli, dr. Cintya, diungkapkan, korban meninggal diduga karena mengalami patah tulang leher. Selain itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.(128)

Baca juga :  Cegah Pemanfaatan Jalur Tikus, Pengelola Pariwisata di Kintamani Lakukan Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini