Motor Terbakar, Pedagang Bakso Kehilangan Pekerjaan

Motor Terbakar, Pedagang Bakso Kehilangan Pekerjaan
TERBAKAR - Kondisi sepeda motor dan rombong bakso Supandi yang terbakar dan kini membuatnya kehilangan mata pencaharian.

Negara, DENPOST.id

Salah seorang pedagang bakso keliling, Supandi (40) yang tinggal di Banjar Pertukangan, Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara kini hanya bisa merenung. Sepeda motor Suzuki Smash tahun 2005 DK 2636 WS yang selama ini dipakai berjualan terbakar pada Minggu (9/5/2021) sore.

Kejadiannya di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauh Waru, Jembrana. Ditemui di tempat tinggalnya di Loloan Barat, Senin (10/5/2021), Supandi yang akrab dipanggil Cak Wandi mengungkapkan, saat itu dia berangkat berjualan bakso ke Batuagung. Belum sampai di tempatnya berjualan, tiba-tiba sepeda motornya keluar asap dan dia mencium bau karet.

Baca juga :  Tetapkan Paslon Terpilih, KPU Larang Pendukung Masuk

Supandi kemudian berusaha menyelamatkan diri dan membuang sepeda motornya ke kiri. “Kemudian saya berusaha nyari air dan tanah untuk memadamkan api. Takut tangki motor meledak,” jelasnya sambil bersyukur selamat dari musibah tersebut. Setelah api mulai padam baru mobil pemadam kebakaran datang sehingga api benar-benar mati.

Dibantu warga, sepeda motor dan rombong baksonya yang terbakar dibawa ke tempat kosnya. Supandi didampingi istrinya Sugiatik mengaku sudah tinggal di tempat kosnya di Loloan Barat sejak 15 tahun lalu. Penghidupannya hanya dari sepeda motor dan rombong bakso tersebut. “Hanya bisa jualan bakso saja. Dari jualan ini kami menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak. Sekarang saya tidak memiliki pekerjaan lagi,” jelasnya.

Baca juga :  Patung Makepung di Terminal Lama Negara Jadi Sorotan

Supandi memiliki 3 anak. Yang pertama sebagai buruh sudah menikah dan sudah memiliki anak 1 orang. Yang kedua kelas III SMP dan yang ke-3 usia 6 tahun.

Selain menghidupi keluarga, Supandi juga harus bayar kos Rp 450 ribu sebulan. “Kami juga masih menanggung utang KUR untuk modal usaha dan harus dibayar tiap bulan. Dengan kejadian ini, entah bagaimana nasib kami. Apalagi mau lebaran,” ucapnya lirih.

Baca juga :  Dinas Kesehatan Jembrana Jemput 3.720 Vial Vaksin

Supandi berharap usahanya bisa berjalan kembali. “Saya sudah tidak bisa ngomong apalagi. Ini musibah kami. Memperbaiki sepeda saja kami belum bisa,” tandasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini