Stop Degradasi Alam dan Budaya Bali, Wisatawan Layak Dikenakan Biaya Perawatan

picsart 05 10 06.18.16
TERIMA PENGHARGAAN - Prof. Raka Suardana, dan Dr. Sunarta, saat menerima penghargaan dari Ketua DPD Golkar Provinsi Bali, Dr. Nyoman Sugawa Korry.

Sumerta, DENPOST.id

Pandemi Covid-19, menjadi momentum yang tepat untuk membenahi pariwisata Bali, yang dijual terlalu murah. Selama ini wisatawan menikmati alam dan budaya Bali, namun tanpa berkontribusi menjaganya.

Pada saat yang sama, alam dan budaya Bali mengalami degradasi akibat aktivitas pariwisata itu sendiri. Pandangan itu, disampaikan Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Dr. Drs. I Nyoman Sunarta M.Si., saat menjadi narasumber dalam bedah buku yang digelar DPD Partai Golkar Bali, Senin (10/5/2021) di Denpasar. “Kita tidak boleh menjual pariwisata kita dengan harga murah. Harus dimahalin. Sehingga semakin sedikit yang datang ke Bali, tapi makin banyak spanding money-nya (menghabiskan uang),” ujar Sunarta.

Baca juga :  67 Orang Positif Covid-19 di Denpasar

Dengan pola demikian, wisatawan yang datang ke Bali, otomatis berkualitas. Namun pada saat yang sama, Bali juga harus meningkatkan pelayanan seperti pekerja pariwisata dan masyarakat sadar wisata. Selain dua aspek itu, menurut dia, Bali sebagai destinasi pariwisata harus memiliki sumber daya alam dan budaya berkualitas. Termasuk kualitas tanah, air dan udara.

Melalui pola itu, menurut Sunarta, Bali tak lagi bermain di industri pariwisata yang berskala kecil maupun menengah. “Kecil, menengah dalam artian kita bisa saja membuat homestay tapi harganya Rp5 juta permalam. Tapi untuk menerapkannya, pola itu jangan sekarang tapi start-nya mulai saat ini,” terangnya.

Baca juga :  Alat Berat Ditahan Polisi, Ipung Bakal Bersurat ke Mabes Polri

Dalam menerapkan pola itu, pertanyaan dia adalah apakah masyarakat Bali berani menjual yang Bali miliki? Bukan menjual wisatawan mau. “Ini hal yang mendasar bagi Bali untuk menerapkan pariwisata berkualitas,” ucapnya.

Pandangan itu, juga disepakati Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas, Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana. Menurut dia, wisatawan ke Bali layak dikenakan biaya perawatan lingkungan dan budaya. Dalam mewujudkan hal tersebut, dia mengajak semua kalangan, khususnya politisi untuk memperjuangkan hak tersebut. “Misalnya 10 dollar atau 20 dollar, sehingga mereka yang masuk Bali memang berkualitas,” ucapnya. (106)

Baca juga :  Sekretariat DPRD Bangli Pindah Kantor Sementara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini