Tiga Tersangka Pemalsu Suket Rapid Tes Antigen Negatif Ditangkap

picsart 05 10 07.21.13
PEMALSU RAPID - Tiga tersangka pemalsu surat keterangan hasil Rapid Tes Antigen negatif, diamankan Polres Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Jajaran Satuan Reskrim Polres Jembrana, mengamankan tiga tersangka pemalsu surat keterangan Rapid Tes Antigen negatif.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana, Iptu M. Reza Pranata, Senin (10/5/2021) mengatakan ketiga tersangka yang ditangkap, yakni Adi Sujarwo (39) asal Lumajang, Jawa Timur yang tinggal di Kuta Selatan yang berperan sebagai pengguna suket agar lolos dari pemeriksaan. Selanjutnya Khoirul Anam (28) asal Jawa Timur, yang berperan mencari pembuat dan penjual ke Adi Sujarwo dan Robi Hafid Hindawan (22) dari Banyuwangi yang berperan sebagai pembuat suket palsu.

Baca juga :  Hoaks, Larangan KTP Luar Bali Tidak Boleh Menyeberang dari Ketapang

Kasus ini, terungkap berawal pada Minggu (9/5/2021) pukul 01.00 Wita, di pos sekat Cekik, Kelurahan Gilimanuk saat dilakukan pemeriksaan surat hasil rapid tes, Adi Sujarwo selaku sopir travel menunjukkan kepada petugas kepolisian tujuh lembar surat Rapid Tes Sars Cov-2 negatif untuk penumpangnya.

Karena curiga, petugas pos melakukan interograsi dan Adi Sujarwo mengakui bahwa yang bersangkutan yang menyiapkan surat Rapid Tes negatif untuk para penumpang, dengan cara membeli yang dipesan melalui temannya yang bernama Muhamad Khoiul Anam alias Irul di Denpasar.

Baca juga :  Mesin ATM BPD Bali di Seltim Dibobol, CCTV Disemprot Cat

Yang memesan rapid tes terlebih dahulu mengirimkan foto KTP para penumpang.
Harga per lembar Rp50 ribu. Kasus itu, kemudian dikembangkan dan pelaku lainnya berhasil diamankan. Mereka juga mengakui perbuatannya. Modus yang dilakukan pelaku, dengan mencari keuntungan membuat surat hasil tes antigen negatif yang diduga palsu dan menunjukkan kepada petugas pemeriksaan, dengan tujuan bisa melewati pos peneriksaan.

Sejumlah barang bukti diamankan, baik HP, laptop, scaner, suket hasil rapid tes dan lainnya. Ketiga tersangka dijerat pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP atau pasal 268 ayat 1 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara. (120)

Baca juga :  Bupati Nengah Tamba Fokus Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini