Dihajar Pandemi, Wisata Kebun Stroberi Tetap Bertahan

picsart 05 12 02.25.35
PETIK STROBERI - Pengunjung usai merasakan sensasi petik stroberi langsung dari pohon. Meski pandemi Covid-19 menerjang, kunjungan ke Wiwanda Agro Desa Pancasari, Sukasada, Buleleng tetap ada.

PANDEMI Covid-19 membuat semua lini perekonomian terpuruk. Apalagi yang berkaitan dengan bisnis pariwisata yang selama ini menjadi pundi-pundi dolar dan penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD) sebagian besar wilayah di Bali. Tapi kini, tak terdengar lagi riuh suara wisatawan di daerah-daerah tujuan wisata (DTW). Di Buleleng misalnya. Kawasan Lovina dan sekitarnya mati suri, termasuk kawasan swafoto dan pesona air terjun di Buleleng nyaris semua tutup.

Namun demikian, di tengah masa sulit ini masih ada usaha yang bertahan meski harus mengedepankan protokol kesehatan (prokes). Seperti usaha yang digeluti Gede Adi Mustika yang akrab disapa Yock Lalanglinggah. Dia merupakan owner Wiwanda Agro Petik Stroberi di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Baca juga :  Status Tersangka, Empat Pelaku Video Viral Esek-esek Wajib Lapor

Meski dihantam pandemi, usahanya tetap bertahan. Kebun seluas hampir setengah hektar yang khusus ditanami stroberi dengan berbagai jenis ini tetap menerima tamu baik lokal maupun asing. Agar menarik pengunjung, selain menawarkan sensasi petik langsung buah stroberi dari pohonnya, Mustika juga berupaya memperbanyak jenis-jenis stroberinya. Mustika juga mengatakan stroberinya dipelihara dan dirawat secara organik, sehingga aman jika dimakan langsung.

“Yang lagi trend sekarang adalah jenis sachinoka dari Jepang. Rasanya lebih manis dibandingkan jenis lain. Karena rasanya itu, jenis ini yang kerap dicari pengunjung,” ucapnya, Rabu (12/5/2021) di sela-sela mendampingi pengunjung lokal yang kebetulan ingin merasakan sensasi sachinoka di masa pandemi.

Agar bisa menikmati stroberi sepuasnya, lanjut Mustika, pengunjung cukup membayar Rp 40 ribu. “Itu sudah termasuk dapat jus dan makan stroberi,” ungkapnya.

Baca juga :  Operasi Patuh Agung-2021, Warga Diminta Tingkatkan Disiplin Prokes

Mustika mengaku bersyukur, meski pandemi Covid-19 menerjang dan tidak ada kepastian kapan berakhir, namun kunjungan ke tempat usahanya selalu ada. Apalagi jika akhir pekan atau masa liburan. “Jumlahnya memang jauh merosot. Kalau dulu sebelum pandemi, sehari bisa sampai ratusan pengunjung. Tapi selama pandemi ini, paling hanya belasan atau puluhan. Tapi tetaplah kami syukuri, daripada tidak ada sama sekali,” katanya.

Menurut Anik (25), salah satu pengunjung asal Gianyar, dia sengaja datang bersama keluarga untuk merasakan sensasi petik langsung stroberi dari pohonnya. “Sensasinya beda dibandingkan beli yang sudah dikemas. Kalau petik sendiri dan langsung dimakan, segar banget. Apalagi ini organik, jadi aman langsung dimakan,” ungkapnya. Selain merasakan sensasi, Anik bersama keluarga juga bisa berswafoto dengan latar hamparan kebun stroberi. (sur)

Baca juga :  Doni Ditemukan, Fredy Diduga Manfaatkan Keluguan Ayah Korban

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini