Korban Trauma, Oknum PNS Cabul Terancam Diberhentikan Sementara

picsart 05 14 06.10.09
TERSANGKA PENCABULAN - Tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur, Sang Putu S.

Semarapura, DENPOST.id

Salah seorang PNS di Pemkab Klungkung, Sang Putu S (59) resmi ditahan di Polres Klungkung, karena diduga melakukan pencabulan terhadap siswa SD berinisial DM (10). Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan pelecehan anak di bawah umur, Sang Putu S terancam diberhentikan sementara sebagai PNS.

Sang Putu S diketahui masih berstatus PNS aktif di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung. Dia di dinas tersebut, diketahui berkedudukan sebagai staf di Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat. “Yang bersangkutan (Sang Putu S-red) memang staf saya. Saat malam itu juga saya sudah dapat informasi kalau yang bersangkutan ditahan,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung, I Wayan Suteja, Jumat (14/5/2021).

Baca juga :  Unggul Jauh, Jaya Negara Minta Jangan Eforia Berlebihan

Menurut Wayan Suteja, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, PNS yang terjerat kasus pidana dan telah ditetapkan sebagai tersangka dapat diberhentikan sementara sebagai PNS. Namun, terkait hal itu, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dulu dengan Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra. Termasuk Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. “Senin (17/5/2021), saya akan bertemu dengan pak sekda dan pak bupati untuk menindaklanjuti hal ini dari sisi kepegawaiannya. Nanti saya akan laporkan dan meminta petunjuk agar saya nanti tidak salah bertindak,” ungkap Suteja.

Selain itu, Suteja mengatakan akan memperjelas terlebih dahulu, terkait status Sang Putu S di kepolisian. Termasuk kordinasi dengan keluarganya. Karena biasanya keluarganya yang lebih dahulu menerima surat terkait status yang bersangkutan sebagai tersangka di pihak kepolisian.

Baca juga :  Harumkan Bali Lewat Prestasi Nasional, Mantan Atlet Angkat Berat dan Binaraga Rai Supartha Tutup Usia

Sementara Kapolres Klungkung, AKBP Bima Aria Viyasa menjelaskan dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka sebenarnya menjalin hubungan khusus dengan ibu korban. Kasus pelecehan ini terungkap, setelah korban berani menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya kepada ibunya. “Korban ini baru berani menceritakan pelecehan yang dialaminya karena trauma setiap tersangka datang ke rumah korban,” ujar Kapolres, Bima Aria Viyasa

Menurut Kapolres, saat ini sudah ada pihak P2TP2A dan dari Dinas Sosial, Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang mendampingi korban. Dengan kejadian tersebut, tersangka tetap ditahan. Apalagi tersangka sudah mengakui dan mengaku malu dengan perbuatannya. “Dari kasus ini, semua yang dilaporkan sudah sesuai dengan keterangan anak yang merupakan korban. Dan keterangan korban sudah diakui oleh tersangka,” jelasnya.

Baca juga :  Klungkung Tertarik Kembangkan Desa Wisata Kreatif

Atas perbuatannya tersebut, tersangka bakal dijerat pasal 76e Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 th 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun atau ancaman denda paling banyak Rp5 miliar. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini