Advokat Belanda Wawancarai Anak dan Janda Korban Eksekusi Cepat Tentara Belanda

picsart 05 16 04.58.58
WAWANCARAI - Advokat Belanda, Anna Jonkhoof, saat mewawancarai salah satu anak korban eksekusi cepat tentara Belanda, di Desa Selat, Kecamatan Sukasada.

Singaraja, DENPOST.id

Setelah Proklamasi Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, perang kemerdekaan meletus di tempat yang pada waktu itu, disebut Hindia Belanda. Banyak korban dari pihak Belanda maupun Indonesia. Selama periode ini, eksekusi cepat dilakukan oleh tentara Belanda di sejumlah tempat, di mana sebagian dari penduduk laki-laki dieksekusi tanpa pengadilan di desa-desa.

Selanjutnya, sejumlah janda di Rawagedeh, Jawa melakukan gugatan terhadap Negara Belanda. Berdasarkan putusan pada, 14 September 2011, Pengadilan Distrik Den Haag menguatkan klaim para janda dan menyatakan negara bertanggungjawab atas kerugian yang diderita para janda sebagai akibat kehilangan pasangan mereka. Nilainya mencapai 5 ribu euro (Rp75 juta) untuk anak yang ayahnya menjadi korban eksekusi cepat tentara Belanda. Tidak hanya di Jawa, kasus serupa juga ada di Buleleng.

Baca juga :  Polisi Telusuri DNA Ayah Biologis Bayi di Pantai Pemuteran

Ketua Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda, Jeffry yang memfasilitasi kasus ini menugaskan advokat asal Belanda, Anna Jonkhoof, untuk menggali data langsung ke lokasi eksekusi cepat itu, yakni di Desa Selat, Kecamatan Sukasada dan Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula. “Saya datang untuk bertemu dan interview (wawancara) langsung dengan anak yang menjadi korban untuk saya buatkan berkas dan dibawa ke Belanda,” ucap Anna Jonkhoof, Minggu (16/4/2021).

Selain mewawancarai langsung, Anna juga menuliskan kronologis kejadian eksekusi sesuai dengan kesaksian langsung anak para korban. Selanjutnya, Anna juga mendokumentasikan Monumen Pahlawan Ayodya Pura di Desa Selat dan Monumen Pahlawan di Desa Bondalem, setelah mewawancari para anak dan janda korban eksekusi cepat.

Baca juga :  Sejumlah Desa di Buleleng Tutup Akses Jalan

Selain di Buleleng, Anna juga mengagendakan bertemu dengan janda dan anak korban di sejumlah tempat di Bali. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini