Sasaran Vaksin AstraZeneca di Kecamatan Buleleng Capai 58,9 Persen

Sasaran Vaksin AstraZeneca di Kecamatan Buleleng Capai 58,9 Persen
VAKSINASI - Sekda Suyasa saat mendampingi Sekda Bali, Dewa Made Indra memantau pelaksanaan vaksinasi AstraZeneca, Sabtu (15/5/2021), di Buleleng.

Singaraja, DENPOST.id

Setelah berlangsung selama sembilan hari, penerima vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi tuntas di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng mencapai 58,9 persen. Besaran tersebut berdaarkan vaksinasi yang terlaksana di 29 desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Buleleng.

“Ini merupakan catatan yang bagus buat kita khususnya di Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa Senin (17/5/2021).

Dia menjelaskan, target yang dicanangkan dalam program vaksinasi tuntas di Kecamatan Buleleng adalah sampai dengan tanggal 19 Mei 2021. “Sampai saat ini besaran penerima vaksin AstraZeneca ini sudah mencapai 58,9 persen. Dengan begitu sisanya mencapai 41,1 persen. Jadi per hari butuh delapan persen di waktu yang tersisa yaitu selama lima hari. Jadi berdasarkan hitungan dan data, kita optimis akan mencapai target,” jelasnya.

Beberapa kendala terjadi dalam program vaksinasi tuntas ini, dikarenakan target awal adalah 40 tahun ke atas di mana masyarakat lansia termasuk di dalamnya. Menurut Suyasa, untuk mendatangkan lansia tersebut tidak mudah. “Alasannya ada  lansia yang mengidap penyakit bawaan atau komorbid. Atau lansia tersebut memang berusia sangat lanjut sehingga tidak bisa menuju lokasi vaksinasi. Oleh karena itu kita lakukan perubahan skema,” kata Suyasa.

Baca juga :  Di Buleleng, Seluruh PMI yang Datang Sebulan Terakhir akan Jalani Rapid Test

Perubahan skema yang dimaksud menurut Suyasa adalah dari target awal 40 tahun ke atas yang sudah habis dalam dua hari di desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Buleleng. Kemudian dilanjutkan dengan 30 tahun ke atas dan satu hari habis. Setelah itu, diubah lagi dengan usia 18 tahun ke atas. “Jadi saat ini sudah masuk kriteria 18 tahun ke atas,” imbuhnya. Dengan peruabhan skema tersebut, Suyasa beraharap di tanggal 18 Mei 2021 vaksinasi bisa dievaluasi akhir untuk menentukan di tanggal 19 Mei 2021.

Baca juga :  Kadiskes Sebut Omicron Terdeteksi dari PPDN yang Sempat Menginap di Nusa Dua

“Berapa sisanya, berapa yang bisa divaksin di setiap titik. Nanti kalau ada sisa kita bawa ke desa/kelurahan di luar Kecamatan Buleleng yang memiliki catatan potensi kejadian kasus terkonfirmasi atau kepada pelaku pariwisata yang ada di luar Kecamatan Buleleng,” tandasnya. (111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini