Sempat Dilerai dan Minta Bantuan, Namun Korban Sudah Terlentang di Pekarangan Rumah

picsart 05 18 06.14.56
JENAZAH AYAH - Made Darmawan (46) adik pelaku, saat berada di depan jenazah ayahnya di rumah duka, Selasa (18/5/2021).

Buleleng, DENPOST.id

Nengah Pudak (70) istri pertama korban, almarhum Wayan Purna (72) sempat berusaha melerai saat pelaku Gede Darmika (51) datang membawa sabit dan parang ke rumahnya. “Memek (ibu-red) sempat meminta sabit yang dipegang dan berteriak jangan dibegitukan, bapak sudah tua”. Tapi Darmika nggak mau, lanjut ibu lari meminta bantuan ke keluarga terdekat. Nah, saat ramai-ramai ke sana bapak sudah terlentang di pekarangan rumah,” tutur Made Darmawan (46) adik pelaku, saat ditemui di rumah duka di rumah istri kedua korban, Selasa (18/5/2021).

Baca juga :  Pangdam Bantu Pompa Hidram, Gubernur Bagi Sembako

Untuk diketahui, korban memiliki dua istri. Dengan istri pertama memiliki tiga anak (dua laki dan satu perempuan), sementara dengan istri kedua memiliki dua anak (satu laki dan satu perempuan). Jarak rumah antara istri pertama (TKP) dengan istri kedua (rumah duka) sekitar 70 meter. Made Darmawan sendiri tinggal di Denpasar, dan bekerja di sebuah proyek di daerah Ubud.

“Saat kemarin dapat informasi seperti itu, saya sudah mau langsung pulang. Tetapi diminta untuk tenang dan baru tadi saya pulang. Saya serba salah, yang pelaku kakak dan korban bapak,” ungkapnya.

Padahal yang dia tahu, justru kakaknya yang lebih disayang ketimbang dia. Baginya, semua sudah diproses sesuai prosedur dan dia serahkan kepada proses hukum. Menurut rencana, jenazah akan dikuburkan pada, Kamis (20/5/2021).

Baca juga :  KSOP Padang Bai Bantah Lakukan Penolakan

Sementara Kasubaghumas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, SH., mengatakan pelaku mengaku sakit hati karena sering ditantang oleh bapaknya sendiri, sehingga emosinya tak terbendung. “Pelaku sudah diamankan,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku Gede Darmika ternyata tidak punya KTP yang sah. Pasalnya, dia sempat menghilang dari Desa Sanggalangit sekitar 10 tahunan. Lanjut dia kembali ke desa, namun tak mau mengurus KTP, termasuk perkawinannya dengan istri ketiganya juga tidak tercatat di desa. “Tadi penyidik polisi datang minta dibuatkan surat keterangan domisili karena yang bersangkutan tidak memiliki KTP,” ucap Perbekel Sanggalangit, I Nyoman Sudika.

Baca juga :  Seorang Warga Dihadang di "Shortcut" Titik 5 dan 6

Sebelumnya sudah sempat diminta untuk mengurus KTP, namun Gede Darmika terlihat cuek dan mengabaikannya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini