Saatnya Umat Hindu Mulat Sarira di Masa Pandemi

Saatnya Umat Hindu Mulat Sarira di Masa Pandemi
Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia

Singaraja, DENPOST.id

Menyikapi polemik yang terjadi terkait konflik ajaran Sampradaya yang sedang bergulir di Bali, Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia, meminta seluruh komponen untuk mulat sarira dan bersabar mengikuti proses yang sedang berjalan. “Silakan publik yang menilai terhadap proses yang sedang berjalan. Namun dari sudut pandang tiyang melihat fenomena Bali di masa pandemi ini, tiyang ingin mengajak semua pihak untuk menyikapi masalah dengan sabar dan mulat sarira,” ajaknya, Rabu (19/5/2021) di Kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Baca juga :  Demam Berdarah Renggut Nyawa Pelajar SD di Desa Sudaji

Selaku akademisi, pihaknya mengajak masing-masing pihak untuk menyelesaikan masalah dengan dialog dan bermusyawarah. “Bali ini terkenal dengan paras-paros sarpanaya-nya, makanya nama lembaga kita Mpu Kuturan yang dahulu pada zamannya bisa mempersatukan persepsi-persepsi yang berbeda menjadi aman dan terkendali,” imbuhnya.

Untuk itu dia berharap seluruh pimpinan di lembaga adat dan keumatan untuk menahan diri karena Bali ada di seluruh Indonesia dengan pemahaman yang beragam. Selaku pimpinan di sebuah lembaga pendidikan tinggi, Suwindia pun memberikan kebebasan kepada para dosen untuk memberikan pendapat dan pernyataan sesuai dengan keilmuannya dengan tetap memperhatikan koridor akademik dan kaidah yang ada. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini