Pameran UMKM Layang-layang Dikonsep Cashless, BPD Bali Praktikkan Cara Transaksi

picsart 05 21 05.33.22
TRANSAKSI - Dirut BPD, Nyoman Sudharma, melakukan transaksi menggunakan aplikasi QRIS di pameran UMKM Layang-layang.

Sanur, DENPOST.id

Puluhan UMKM kreatif mengikuti pameran UMKM Layang-layang Expo 2021, di Pantai Sanur, Jumat (21/5/2021). Pameran yang digelar dua hari ini, diharapkan menjadi ruang transaksi yang menggerakkan ekonomi Bali.

Demikian dikatakan Kadek Suprapta Meranggi, penggagas pameran sekaligus pecinta layang-layang tradisional Bali. Dia menyebut transaksi kegiatan ini, dikonsep cashless untuk mencegah potensi penularan Covid-19. “Sebagian besar cashless yang terjadi dengan menggunakan QRIS dari BPD. Kami tetap terapkan pembayaran secara cash,” ujar pria yang akrab disapa Dek Sotto ini.

Baca juga :  Afgan dan Tiga Musisi Bakal Tampil di Bali

Dia mengakui layanan QRIS oleh BPD Bali, sangat mempermudah transaksi di pameran tersebut, karena semua bisa dilakukan melalui media ponsel. Penggunaan aplikasi itu juga diterapkan dalam pemesanan layang-layang, dengan ukuran tertentu. Melalui QRIS, kata Kadek, pihaknya mewajibkan para pemesan untuk menaruh deposito sebesar 50 persen melalui aplikasi QRIS. Hal ini, memudahkan bagi pembeli lintas pulau, seperti Jawa. Pameran itu, sekaligus menjadi media sosialiasasi penggunaan QRIS.

Sementara Direktur Utama BPD Bali, Nyoman Sudharma, turut mempraktikkan cara transaksi menggunakan QRIS. Menurut dia, pameran ini mampu menggerakkan perekonomian Bali, yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. “Kita ketahui bersama, layang-layang di Bali itu budaya. Maka ini sangat positif untuk budaya Bali, dan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Baca juga :  Desa Adat Padangsambian Siap Kawal Perwali PKM

Pihaknya sangat mendukung terobosan semacam ini, yang juga sesuai dengan visi BPD Bali bisa membantu UMKM lebih kuat di tengah pandemi. Menurut dia, dalam pameran ini sangat banyak potensi yang bisa dikembangkan. Seperti jasa pembuatan layang-layang, jasa airbrush layang-layang, pedagang perlengkapan layang-layang, hingga aksesoris berupa kaos bergambar layang-layang. Pada saat yang sama, usaha lain seperti kuliner juga ikut bergerak. (106)

Baca juga :  Gubernur Koster Genjot Vaksinasi ‘’Booster’’ dari 70,06% Menuju 80%

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini