Pasar Ekspor Terdampak Pandemi, Petani Rosela Kubu Buat Olahan Teh

picsart 05 23 03.53.30
TEH ROSELLA - Proses pembuatan teh Rosella yang dilakuka petani Tianyar Tengah.

Amlapura, DENPOST.id

Pandemi Covid-19, membuat petani Rosella di Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem terdampak. Hasil panen yang semula dijual ke pasar ekspor, mendadak macet.

Kondisi ini, sempat membuat petani putus asa bahkan sempat memutuskan membuang hasil panennya. Kembali bangkit, salah satu petani, I Wayan Musna Antara, melakukan terobosan. Dia memutuskan untuk membangun pengolahan Rosella menjadi teh.

Mencoba menyasar pasar lokal, ternyata mendapat respon luar biasa. Bahkan mampu meraup omzet jutaan rupiah tiap bulannya. “Semula saya prihatin karena hasil panen Rosella yang terbuang. Akhirnya saya berpikir untuk mengolahnya. Berbekal pengetahuan dari Google, akhirnya produk kami mampu diterima pasaran, ” ungkapnya, Sabtu (22/5/2021)

Menerapkan standar tinggi, kini produk teh Rosella buatan Musna sudah hampir 90 persen lolos uji BPOM. “Pertama hasil panen dipisahkan antara bunga dan biji. Setelah itu baru dijemur,” ucap Musna.

Baca juga :  Jadi Pelopor Lansia, Wabup Artha Dipa Disuntik Vaksin

Terik di wilayah Kubu memberi keuntungan pada produksi teh dalam proses penjemuran. “Dijemur selama tiga hari. Setelah itu, untuk memastikan kuman dan bakterinya kembali di oven dipanas 150 derajat selama 5 menit, ” ucap Musna.

Setelah proses tersebut, barulah teh siap di tumbuk dan dikemas per kantung. Teh biasa dijual Rp15 ribu per kotak yang berisikan 15 kantung. “Manfaatnya banyak, seperti mampu menurunkan gula darah. Baik, untuk kecantikan dan cocok dikonsumsi untuk yang sedang program diet, ” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  KPU Karangasem dan SMSI Bali Siap Bersinergi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini