Ada Dugaan Penyelewengan Dana di LPD, Warga Dawan Klod Datangi Mapolres Klungkung

Ada Dugaan Penyelewengan Dana di LPD, Warga Dawan Klod Datangi Mapolres Klungkung
LAPOR - Sejumlah warga melapor ke Mapolres Klungkung terkait persoalan yang terjadi di LPD Desa Adat Dawan Widang Klod, Senin (24/5/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Sejumlah warga Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan, mendatangi Mapolres Klungkung, Senin (24/5/2021). Kedatangan warga ke Mapolres untuk melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana yang terjadi di LPD Desa Adat Dawan Widang Klod. Apalagi tak sedikit warga yang menjadi nasabah tidak bisa menarik uangnya sendiri di LPD setempat.

Dari pantauan di Mapolres, ada enam warga yang melapor ke SPKT Polres Klungkung. “Saya sendiri mau menarik uang tabungan saya sejak bulan Februari lalu. Tapi sampai sekarang tidak dapat. Saya disuruh sabar, sabar dan sabar menunggu,” ujar salah seorang nasabah, Kadek Budadarma, seusai melapor di SPKT Polres Klungkung.

Baca juga :  Tabrak Pembatas Jalan, Seorang Pengendara Tewas

Menurut Budadarma, sejauh ini pihak pengurus tidak memberi alasan jelas terkait tidak adanya uang di LPD. Justru dirinya bersama nasabah yang lain mendapat informasi kalau dari hasil audit Lembaga Pengawas LPD ada selisih dana sekitar Rp 12 miliar yang harus dikembalikan LPD setempat.

“Dari hasil audit inilah maka kita melapor ke Mapolres. Apalagi tidak hanya masyarakat setempat, ada juga warga dari luar desa dan koperasi yang menyimpan uang di LPD tersebut. Jumlahnya mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.

Baca juga :  Ratusan Nakes di Klungkung Gagal Divaksin

Sementara Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko, mengatakan, warga melaporkan adanya dugaan kasus penyelewengan dana yang diduga dilakukan oknum pengurus LPD setempat dengan kerugian lebih dari Rp 11 Miliar.

Namun terkait hal tersebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Apalagi untuk menentukan ada tidaknya kerugian yang dialami masyarakat, pihaknya di Mapolres harus mendatangkan saksi ahli.

“Kami di Polres hanya menyiapkan berkas, memeriksa keterangan saksi dan mengumpulkan barang bukti. Setelah ada itu selanjutnya baru bisa melakukan penahanan terhadap orang-orang yang menikmati aliran dana tersebut,” katanya. (119)

Baca juga :  "Bengkung", Suwirta Tegur Pedagang di Terminal Galiran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini