Puri Kauhan Ubud Gelar Ajang Kreasi Sastra tentang Pandemi

picsart 05 26 01.12.10
Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, AAGN Ari Dwipayana.

Denpasar, DENPOST.id

Pandemi atau Gering Agung tidak boleh menghentikan kreativitas dalam bersastra. Karena itu, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, AAGN Ari Dwipayana, belum lama ini menyampaikan bahwa justru di masa pandemi, akan memiliki momen untuk “mulat sarira” dan melihat kembali apa yang tengah terjadi.

Untuk mendorong para penggiat sastra Bali kembali berkarya, Yayasan Puri Kauhan Ubud menyelenggarakan ajang ekspresi penulisan kreasi sastra yg bertajuk “Sastra Saraswati Sewana Pamarisuddha Gering Agung”.

Baca juga :  Terobos Jalur Penelokan, Sejumlah Truk Bermuatan Pasir Ditindak

Ari menyebutkan kreasi karya sastra yg dilombakan, antara lain sastra Bali klasik berupa geguritan, kidung, kakawin dan satua. Selain sastra Bali klasik, juga dilombakan Sastra modern, seperti cerpen dan puisi mabahasa Bali.

Semua karya sastra yg dilombakan harus karya otentik, dengan mengambil tema Gering Agung atau pandemi Covid-19. Ajang kreasi ini, bukan semata-mata perlombaan tapi akan didahului dengan serangkaian workshop, baik sastra Bali klasik dan sastra Bali modern.

Baca juga :  Target Vaksinasi Dosis Satu di Gilimanuk Capai 100 Persen

Workshop melibatkan pengajar yang kompeten dan sekaligus sebagai dewan juri lomba, yakni I Dewa Gde Windhu Sancaya (ketua), I Ketut Sumarta, I Wayan Suteja, Putu Eka Gunayasa, Mas Ruscitadewi, I Putu Supartika, dan I Gde Agus Darma Putra.

Dewan juri akan memilih 30 karya terbaik dalam enam kategori untuk mendapatkan hadiah dana apresiasi dan piagam penghargaan. Ari yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden RI, menyampaikan bahwa informasi lebih lanjut mengenai ketentuan lomba bisa dilihat di website: www.purikauhanubud.org. (tim dp)

Baca juga :  Perseteruan Paman dengan Keponakan, Saksi Sebut Tanah di Cemagi Milik Promotor Tinju Zaenal Tayeb

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini