Sehari, Pujawali di Pura Dang Kahyangan Petitenget

picsart 05 30 07.35.34
Pemucuk Prajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget dan Pura Masceti Ulun Tanjung, AA Ngurah Rai Yuda Darma.

Mangupura, DENPOST.id

Dalam upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19, pujawali di Pura Dang Kahyangan Petitenget Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung yang akan dilaksanakan pada buda wage merakih, Rabu (2/6/2021) dilakukan dengan pembatasan.

Pujawali tersebut, hanya dilaksanakan sehari dan langsung nyineb. Hal ini telah diputuskan dalam paruman yang dilakukan Parajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget dan Pura Masceti Ulun Tanjung yang dihadiri pemangku, pengerob, permas, pemaksan, Banjar Pegilir, Bendesa Adat Kerobokan, Penglingsir Jero Kelodan Kerobokan, dan angga griya.

Baca juga :  Mencuri, Kabur, Lalu Dipatuk Ular

Pemucuk Prajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget dan Pura Masceti Ulun Tanjung, AA Ngurah Rai Yuda Darma, Minggu (30/5/2021) mengungkapkan dalam paruman membahas beberapa agenda terkait dudonan pujawali, serta upacara dan upakara pujawali di masa pandemi Covid-19. “Hasil paruman telah memutuskan bahwa pujawali akan tetap dilaksanakan dengan tingkat madya, namun hanya berlangsung selama arahina (satu hari-red) mulai pukul 08.00 Wita dan berakhir pukul 18.00 Wita. Ida Batara Luhuring Dhang Kahyangan Petitenget tidak nyejer dan akan mesineb pada hari tersebut,” kata Yuda Darma.

Meski berjalan satu hari, pelaksanaan upakara dan upacara pujawali tetap dijalankan sesuai purwa dresta/kuno dresta yang ada di Pura Dang Kahyangan Petitenget. “Pujawali dilaksanakan dengan pembatasan krama pengayah maupun pemedek dengan tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat, seperti wajib mempergunakan masker, wajib cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir dan selalu jaga jarak,” ujarnya. (115)

Baca juga :  Vaksinasi di Kutsel Diklaim Lampaui Target

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini