Perbekel Diminta Tidak Jadi Raja Kecil di Desa

picsart 05 31 08.12.05
BIMTEK - Para perbekel dan lurah se-Jembrana ketika diberikan bimbingan teknis terkait dengan pengembangan zona integritas desa serta sosialisasi hukum.

Negara, DENPOST.id

Bimbingan teknis (bimtek) terkait pengembangan zona integritas desa serta sosialisasi hukum untuk para perbekel dan lurah se-Kabupaten Jembrana, dilaksanakan Senin (31/5/2021) di ruang pertemuan Gedung Kesenian Bung Karno.
Kegiatan dibuka Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, didampingi Kajari Jembrana, Triono Rahyudi.

Tamba meminta para pejabat khususnya para perbekel dan lurah mematuhi aturan. ”Kuncinya patuhi aturan. Bukan bekerja cepat tidak mengindahkan aturan melainkan cepat sesuai aturan yang ada. Untuk itu norma-norma itu dipahami sehingga ketika selesai bekerja bisa tersenyum,” ujarnya.

Baca juga :  Ayah Lumpuh, Siswi SMP Kerja Serabutan Demi Keluarga

Tugas perbekel, kata Tamba, sangat mulia. Karena itu Tamba berpesan agar perbekel jangan menjadi raja-raja kecil di desa.
“Mulai sekarang hilangkan diskriminasi terhadap warga masyarakat di desa. Siapa saja yang datang ke desa, berikanlah mereka pelayanan yang baik. Saya tidak ingin sekarang ada perbekel yang masih mengkotak-kotakkan masyarakatnya. Menjadi perbekel mulia sekali. Untuk itu saya minta perhatikan warga masyarakat miskin, karena jadi orang miskin sangat susah sekali. Maka dari itu bantuan saudara sangat kami butuhkan,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, I Gede Sujana, mengatakan, bimtek ini dimaksudkan untuk mewujudkan komitmen desa dan kelurahan menuju desa dan kelurahan yang wilayahnya bebas korupsi. Selain itu mewujudkan manajemen perubahan, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja serta penguatan kualitas pelayanan publik. (120)

Baca juga :  Alih Fungsi Marak, Hutan di Jembrana Memprihatinkan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini