Pengesahan Pararem Ngadegang Kelian Adat Pecatu Ricuh

Pengesahan Pararem Ngadegang Kelian Adat Pecatu Ricuh
RICUH - Suasana ricuh yang menghiasi proses pengesahan Pararem Ngadegang Kelian Desa Adat dan Prajuru Desa Adat Pecatu dari potongan video yang beredar, Selasa (1/6/2021).

Pecatu, DENPOST.id

Kericuhan mewarnai paruman pengesahan Pararem Ngadegang Kelian Desa Adat dan Prajuru Desa Adat Pecatu yang berlangsung Selasa (1/6/2021). Bahkan video kejadian tersebut viral di media sosial.

Perbekel Pecatu, Made Karyana Yadnya, ketika dimintai konfirmasi pada Selasa malam membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Pecatu. Namun menurutnya hal itu merupakan bagian dari dinamika yang biasa terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat.

Ditanya kronologis kejadian tersebut, Karyana memaparkan, peristiwa itu terjadi berkaitan dengan dilaksanakannya tahapan pembentukan Pararem Ngadegang Kelian Desa Adat dan Prajuru Desa Adat Pecatu. Hal ini berkenaan dengan berakhirnya masa waktu Kelian Desa Adat Pecatu. “Masa jabatan Kelian Desa Adat kan sudah berakhir. Maka dibuatkanlah pararem yang dipakai dalam rangka ngadegang kelihan desa adat. Pararem inilah yang akan dipakai pedoman ke depannya,” ujarnya.

Peristiwa itu, kata dia, terjadi di Wantilan Murda Ulangun Desa Pecatu. Dipaparkannya lebih jauh, dalam rangka penyusunan pararem tersebut, telah dibentuk sebuah tim yang diisi oleh utusan dari masing-masing banjar. Dia sendiri dalam hal ini duduk sebagai pengarah.

Baca juga :  Peguyangan akan Batasi Penghuni Kos, Pelanggar Disiapkan Sanksi Isolasi

Tim yang terbentuk ini sudah bekerja dan beberapa kali sudah mengadakan pertemuan.

“Sampai tahapan ke 9, rancangan pararem itu sudah bisa diwujudkan oleh tim,” imbuhnya. Selain itu untuk penyempurnaan rancangan itu juga sudah dilakukan penyerapan aspirasi dari masyarakat sebelum ditetapkan.

“Jadi ruang dan waktu sebenarnya sudah diberikan, yang karena kondisi pandemi, jadi saat itu yang datang adalah utusan banjar lewat tempekannya masing-masing 4 orang,” ungkapnya sembari menambahkan kalau pada saat itu, ada sejumlah masukan yang dipastikan telah tercatat.

Baca juga :  Belasan Pekerja Proyek Terkonfirmasi Positif Covid-19, Stadion Dipta Ditutup

Di mana hal  itu kemudian ditindaklanjuti dengan pembahasan dalam tim. “Kami kaji dalam tim dan memang ada beberapa hal yang perlu kami sempurnakan dan ada pula yang dianggap tidak relevan,” katanya.

Rancangan pararem tersebut juga dipastikannya sudah dimintakan verifikasi ke Majelis Desa Adat (MDA) dan mendapat disposisi kepada tim untuk melanjutkan dan menetapkan pararem tersebut.

“Tadi pagi kita undang lagi masyarakat lewat paruman krama. Di sanalah disampaikan semuanya oleh Bapak Nyoman Sujendra selaku Ketua Tim Penyusunan Pararem,” paparnya.

Baca juga :  Nilai SPBE Badung Paling Rendah, Parwata Desak OPD Segera Berbenah

Saat ketua tim memastikan kembali apakah pararem bersangkutan sudah bisa disahkan atau tidak, terjadilah keributan tersebut, karena ada beberapa masyarakat yang ingin memberikan masukan kembali.

Namun tidak berselang lama, sambung dia, situasi sudah cair. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini