Putri Koster Gencarkan Sosialiasi Etika Payas Bali

Putri Koster Gencarkan Sosialiasi Etika Payas Bali
PELATIHAN - Putri Koster dalam sosialisasi dan pelatihan pakem Payas Bali, di Tabanan.

Tabanan, DENPOST.id

Manggala Utama Pasikian Krama Istri (Pakis) Bali, Putu Putri Suastini Koster, mencermati pakem tatanan etika tata cara berbusana adat dan tata rias (payas) Bali kian pudar. Hal ini dipandangnya meredupkan kharisma payas Bali.

Mencegah hal itu, dia menggalakkan sosialisasi dan pelatihan etika berbusana adat dan payas Bali. Secara spesifik, pelatihan ini ditujukan kepada pasikian paiketan krama istri yang ada di desa adat seluruh Bali.

Baca juga :  Jarak Sudah Diatur, Jangan Desak-desakan

Salah satunya digelar pada Rabu (2/6/2021) di Wantilan Desa Adat Kediri, Tabanan. Dalam kesempatan itu, peserta berkesempatan belajar tentang penataan rambut yang benar sesuai dengan kepentingan dan kegiatan upacara yang akan dilaksanakan,

Putri Koster berharap melalui sosialisasi dan pelatihan semacam ini, para perempuan Bali akan kembali kepada pakem penggunaan tata busana adat dan tata rias Bali yang telah ditentukan oleh para leluhur terdahulu.

Baca juga :  Tabanan Masih Jajaki Lokasi Tempat Karantina Pekerja Migran

Di mana misalnya menurut dia, terdapat pengkhususan pada payas (tata rias) agung yang hanya digunakan saat upacara pernikahan dan potong gigi. Namun saat ini telah terjadi salah kaprah, di mana payas agung digunakan dalam berbagai kegiatan, bahkan dalam penyambutan tamu di tempat publik.

“Salah satu yang dilakukan melalui pelatihan busana adat ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan adat dalam artian tatanan tetap kita jaga, keanggunan dan taksunya tetap kita jaga melalui pelatihan yang melibatkan para ahlinya,” jelasnya.

Baca juga :  Jadi Korban Tabrak Lari, Nenek Rebung Tewas

Ketua Majelis Madya Desa Adat Kabupaten Tabanan, I Wayan Tontra, mengajak seluruh krama istri Desa Adat Kediri dan juga seluruh Tabanan untuk membangun kebersamaan dan soliditas agar menjadi kokoh sehingga mampu bersama-sama merawat dan menjaga desa adat untuk tetap lestari dan ajeg. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini