Togar Situmorang: PT DIM Tak Terlibat TPPO dan Tindak Pidana Penipuan

Togar Situmorang: PT DIM Tak Terlibat TPPO dan Tindak Pidana Penipuan
BERSAMA DIRUT PT DIM - Togar Situmorang bersama Dirut PT Dunia Insani Mandiri (DIM) Dee Ratu Zhaqira Pohan, belum lama ini. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Tuduhan penipuan yang dilaporkan 15 calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali terhadap PT DIM ke Polda Bali terus bergulir. Kuasa hukum PT DIM, Togar Situmorang, S.H.,M.H.,MAP,C.Med.,CLA., kembali memberikan penjelasan detail dan membeberkan fakta dalam kasus ini. Dia mengatakan pelaporan itu sebenarnya dianggap salah alamat jika disebut sebagai dugaan tindak pidana penipuan, apalagi dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). “Ini keterlaluan. Laporan dugaan tindak pidana penipuan dan TPPO itu berlebih,” tegasnya, Kamis (3/6/2021).

Togar Situmorang juga menjelaskan bahwa pasal untuk tindak pidana penipuan diatur Pasal 378 KUHP. Dalam pasal itu dijelaskan bahwa suatu tindakan bisa dikatakan sebagai tindak pidana penipuan bila memenuhi unsur: barang siapa, dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan penggunaan nama palsu, martabat palsu, tipu muslihat, rangkaian kebohongan, menggerakkan atau membujuk orang lain untuk menyerahkan barang, memberi utang, atau menghapus piutang. “Terkait kasus PTDIM ini sendiri tidak ada unsur yang masuk, sebab menurut hemat saya PT DIM tidak ada membujuk rayu maupun membuat para calon pekerja migran datang ke kantor atau mengiming-imingi sesuatu,” tegasnya.

Baca juga :  Pasien Positif Covid-19 dan Sembuh di Denpasar Bertambah Satu, Pasien Meninggal Nihil

Mengenai dana untuk mengurus dokumen di PT DIM, menurut Togar, tidak dibawa kabur, tapi digunakan untuk kebutuhan calon PMI seperti dokumen. Apalagi PT DIM kooperatif dengan pelapor. ‘’Kecuali PT DIM kabur, tidak koperatif, barulah itu penipuan,” papar Togar Situmorang.

Advokat kondang yang dijuluki Panglima Hukum ini juga menjelaskan posisi PT DIM bukanlah sebagai perusahaan yang melakukan perekrutan dan pengiriman calon PMI atau calon pekerja kapal pesiar, melainkan hanya berperan sebagai perusahaan yang membantu mengurusi dokumen administrasi calon PMI atau calon pekerja kapal pesiar. Jumlah uang yang dibayarkan para pelapor (calon PMI atau calon pekerja kapal pesiar) ini bervariasi. Ada Rp 20 juta dan lebih. Itu semua untuk keperluan dokumen pribadi si pelapor. ‘’PT DIM tidak pernah menjanjikan mereka bisa lolos bekerja di atas kapal pesiar sebab PT DIM hanya mengurusi dokumen. Sedangkan tes penempatan wawancara dan lainnya, itu ada lagi agen besarnya. Jadi bukan PT DIM yang melakukan penempatan. PT DIM juga tidak ada menahan dokumen pelapor, semua sudah diberikan,” bebernya.

Baca juga :  Membandel, Pengunjung Taman Kota Diusir Satpol PP

Menurut Togar, setelah dokumen disiapkan dan diberikan oleh PT DIM kepada pelapor, maka urusan pelapor berikutnya dengan agen besar yang lain guna penempatan. Bisa datang sendiri kesana atau bisa juga diantar pihak dari PT DIM. Mengenai belum adanya pemberangkatan kerja pelapor ke kapal pesiar kendati itu di laut, kewenangan dan tanggung jawab PT DIM hanya mengurusi dokumen pelapor. Dia juga mengingatkan bahwa saat ini kondisi pandemi covid-19. Faktanya sejak setahun lebih kapal pesiar di dunia tidak beroperasi normal karena pandemi dan adanya lock down di banyak negara.

Baca juga :  Pedagang di Pasar Wangaya Kerauhan, Pengunjung Terkejut

Sebelumnya 15 calon PMI asal Bali yang mengaku ditipu PT DIM melaporkan sang Direktur Yakni Ira ke Polda Bali pada 18 Mei lalu. Dugaan penipuan yang dialami belasan calon PMI itu setelah melihat iklan perekrutan ternaga kerja asing di media sosial bernama @manningagentkapalpesiar yang diposting PT DIM. Kemudian para korban tertarik dan ingin melamar. “Para korban dijanjikan bekerja di kapal pesiar ternama yakni Royal Caribbean, Celebrity dan perusahaan kapal pesiar mewah lainnya bahkan akan dijanjikan bekerja di Australia,” kata kuasa hukum para korban, Nengah Yasa Adi Susanto, dkk., saat itu.  (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini