Pertanyakan Kinerja Bendesa, Warga Datangi Kantor Desa Batuagung

Pertanyakan Kinerja Bendesa, Warga Datangi Kantor Desa Batuagung
ASPIRASI - Warga Batuagung ketika menyampaikan aspirasi terkait sikap dan kinerja bendesa.

Negara, DENPOST.id

Belasan warga Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Jumat (4/6/2021) mendatangi kantor desa untuk mempertanyakan sikap dan kinerja Bendesa Batuagung. Warga diterima Perbekel Batuagung, Nyoman Sudarma dan aparat desa lainnya di wantilan kantor desa.

Warga Batuagung, Wayan Suwentra dan Nengah Sujana  mengatakan, tugas yang harusnya dilaksanakan bendesa tidak berjalan dengan baik. Salah satunya tidak pernah menghadiri rapat dan kegiatan yang berkaitan dengan Pura Mertasari. Sementara Desa Adat Batuagung merupakan salah satu pengempon pura bersama tiga desa adat lainnya baik Mertasari, Dauh Waru dan Pendem.

Baca juga :  Praktik Jual-Beli Surat Keterangan Sehat Palsu di Gilimanuk Terungkap

“Jika ada rapat yang digelar pihak pengempon pura, bendesa  tidak pernah hadir. Padahal bendesa diundang untuk rapat. Yang kami dengar dari pihak panitia kegiatan di pura dan pengempon, Bendesa Adat Batuagung sudah diundang. Baik undangan pertanggungjawaban upacara di Pura Mertasari dan juga pengukuhan kelian pengempon. Malah katanya undangan dikembalikan,” kata Suwentra.

Kondisi ini membuat warga resah karena merasa memiliki Pura Mertasari dan merasa wajib ikut dalam menyukseskan setiap kegiatan di pura. Warga, katanya, sangat berharap bendesa bisa memberikan jawaban dan klarifikasi terkait hal ini. “Kami harapkan Perbekel bisa memfasilitasi dan memediasi warga dan bendesa,” pinta warga.

Baca juga :  Penumpang Kapal Terjatuh di Selat Bali

Perbekel Batuagung, Nyoman Sudarma, saat dimintai konfirmasi mengakui memang ada penyampaian ketidakpuasan dari pihak warga terhadap sikap dan kinerja bendesa. “Rencananya nanti kami akan undang dan akan pertemukan semuanya sehingga menjadi jelas apa permasalahan sebenarnya, sehingga masalah ini tidak terus jadi polemik. Apalagi terkait masalah Pura Mertasari. Desa adat Batuagung memang menjadi pengempon,” tandasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini