Tingginya Retribusi Pasar Banyuasri, Dewan Panggil Ini

picsart 06 04 07.14.02
PERTEMUAN - Pertemuan pihak-pihak terkait dan perwakilan pemilik toko yang digelar di ruang rapat Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Buleleng, Jumat (4/6/2021).

LSingaraja, DENPOST.id

Terkait dengan aduan pemilik toko di areal Pasar Banyuasri, DPRD Kabupaten Buleleng gelar audiensi dengan manghadirkan pihak-pihak terkait, serta perwakilan pemilik toko yang digelar di Ruang Rapat Gabungan Komisi Gedung DPRD Kabupaten Buleleng, yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Suradnya, Jumat (4/6/2021).

Dalam pemaparannya, Sugeng sebagai salah satu perwakilan pemilik toko menyatakan keberatannya atas kenaikan retribusi hingga mencapai 700%. Selain kenaikan retribusi tersebut, para pedagang mengeluhkan jalur keluar masuk dari pengunjung yang saat ini satu pintu dapat mematikan pedagang yang tidak berada di jalur tersebut. “Sebagai perwakilan pemilik toko, kami minta solusinya,” ucapnya.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Jembrana Siapkan Sanksi Tegas

Menyikapi hal tersebut, Dirut PD Pasar Arga Nayottama, Made Yudi Arsana, menyampaikan bahwa terkait dengan retribusi yang naik saat ini adalah merupakan hasil dari appraisal yang dilakukan sebelum pasar dibuka. “Nilai yang ditagihkan saat ini jauh lebih kecil daripada apa yang disarankan oleh tim appraisal. Hal ini didasarkan pada biaya operasional pasar yang tinggi untuk perawatan bangunan dan peralatan,” ucapnya.

Sementara Wakil Ketua II DPRD Buleleng, Gede Suradnya menyampaikan bahwa untuk hal ini nantinya Komisi III akan turun langsung ke pasar untuk melakukan monitoring ke lapangan, agar bisa melihat secara langsung kondisi yang terjadi di Pasar Banyuasri.

Baca juga :  Di Jembrana, 22 Orang Terpapar Covid-19 dan Satu Pasien Meninggal

Dirinya juga berharap agar bagaimana nantinya bisa menemukan win-win solution untuk menyikapi permasalahan yang ada di Pasar Banyuasri. “Saya berharap kedepannya mungkin agar para pemilik toko diberikan keringan untuk retribusi, apalagi di masa pandemi seperti sekarang, jelas penghasilan mereka berkurang,” tandasnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini