Pemilah Sampah di TPA Peh Diminta Disiplin Prokes

picsart 06 05 12.38.20
PERIKSA KESEHATAN - Pembagian masker, vitamin, sembako serta pemeriksaan kesehatan oleh tim Dokes Polres Jembrana dan relawan kemanusiaan kepada para pemulung dan pemilah sampah di TPA Peh, Sabtu (5/6/2021).

Negara, DENPOST.id

Di masa pandemi Covid-19, kegiatan di TPA sampah Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara masih berjalan. Para pemulung dan pemilah sampah yang sebagian besar merupakan masyarakat penyanding di TPA sampah Peh masih melakukan aktivitas memilah sampah yang baru turun dari truk.

Dari pengamatan, Sabtu (5/6/2021) para pemulung dan pemilah sampah yang bekerja berjumlah belasan orang. Sebagian besar merupakan para wanita dan lansia.
Lansia yang bekerja di TPA sampah Peh sudah bekerja puluhan tahun.
Merasa peduli dengan para pemulung dan pemilah sampah, relawan kemanusiaan (Komunitas Relawan Jembrana) bekerjasama dengan Tim Dokkes Polres Jembrana membagikan 16 paket sembako, masker dan pemeriksaan kesehatan juga vitamin serta obat.

Baca juga :  Ratusan Napi di Lapas Karangasem Divaksin

Mereka juga diberikan edukasi terkait vaksin dan protokol kesehatan (peokes). Kaur Kesehatan Polres Jembrana, Aipda Adi Sadnyana, kepada para pemulung dan pemilah sampah meminta agar peduli dengan kesehatan, khususnya di masa pandemi. Apalagi sebagian besar yang bekerja di TPA sampah Peh adalah lansia. “Jadi harus dijaga protokol kesehatan dengan menggunakan masker yang benar, rajin mencuci tangan dan tidak berkerumun. Jika sudah jadwal agar divaksin,” sarannya.
Dengan telah divaksin lengkap diharapkan kekebalan kelompok ( herd immunity) masyarakat bisa terwujud.

“Jadi di masa pandemi ini imun tubuh dan prokes harus dijaga apalagi selalu bergumul dengan sampah. Jaga kesehatan nggih,” pesannya.

Baca juga :  PNS Meninggal Mendadak di Tempat Kos

Koordinator TPA Sampah Peh, Ketut Suardika, mengaku selalu mengingatkan para pekerja, pemulung dan pemilah sampah di TPA agar disiplin menerapkan prokes. Karena itulah pihaknya selalu berharap kepedulian dari pihak terkait juga donatur terhadap para pemulung dan pemilah sampah di Peh. “Kami bersyukur di masa pandemi masih ada kepedulian dengan kegiatan sosial pembagian sembako, masker juga vitamin serta pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Baca juga :  Konsleting Kabel Induk Listrik, Pohon Beringin Terbakar

Ketut Denti, mengaku hanya bisa bekerja sebagai pemilah sampahqi TPA. Wanita yang sudah 15 tahun menjanda karena suaminya meninggal dunia mengaku mengumpulkan rongsokan kemudian menjualnya kepada pengepul. “Tidak bisa bekerja lain. Dari TPA ini kami bisa hidup dan membeli kebutuhan sehari-hari. Kadang sore kerja serabutan,” katanya.

Ketut Denti berharap selalu sehat di masa pandemi sehingga bisa menghidupi keluarganya. “Semoga saja pandemi ini segera selesai,” harapnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini