Penduduk Wajib KTP, Camat dan Perbekel Diminta Turun Langsung

picsart 06 05 04.42.33
RAKOR - Sekda Buleleng, Gede Suyasa, hadir pada Rakor Optimalisasi Pencapaian Target Nasional Kepemilikan Dokumen Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang diadakan oleh Disdukcapil Buleleng di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Jumat (4/6/2021).

Singaraja, DENPOST.id

Guna mencapai target nasional 100 persen penduduk wajib Kartu Tanda Penduduk (KTP) di tahun 2021 dan target 95% penduduk berakta kelahiran, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menginstruksikan para camat se-Kabupaten Buleleng hingga kepala desa atau perbekel untuk turun langsung memerintahkan penduduk wajib KTP.

Hal itu disampaikan Sekda Buleleng, Gede Suyasa, saat membacakan sambutan Bupati Buleleng pada Rapat Koordinasi Optimalisasi Pencapaian Target Nasional Kepemilikan Dokumen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Jumat (4/6/2021).

Baca juga :  PGRI Gianyar Tabur Bunga di Pelabuhan Lalang, Buleleng

Ditekankan pula, basis data yang digunakan adalah bersumber dari Disdukcapil Buleleng guna mengecek sejauh mana progres target penduduk ber KTP tersebut. “Selain mengecek progres adminduk, setiap bulannya para camat dan perbekel juga melaporkan progres tersebut secara kontinyu melalui Asisten I Setda Kabupaten Buleleng,” paparnya.

Selain itu, bagi penduduk yang belum memiliki akta kelahiran, akta perkawinan, akta perceraian dan akta kematian anggota keluarganya yang telah meninggal agar segera mengurus akta-aktanya ke Disdukcapil Buleleng melalui layanan online, perjanjian kerjasama atau permohonan massal. “Mohon para camat dapat menggugah aparaturnya dan para kepala desa/lurahnya masing-masing agar setiap saat pada kegiatan apapun yang dihadiri, selalu ikut mensosialisasikan instruksi tersebut,” pinta Bupati.

Baca juga :  Soroti Dugaan Korupsi Rumjab Mantan Sekda Buleleng, Ahli Hukum Ungkap Ini

Sementara itu, Kepala Dinas Disdukcapil Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Buleleng yang sudah cukup umur, atau sudah menikah, dan belum memiliki KTP elektronik, segera datang ke kecamatan masing-masing atau di layanan jemput bola Disdukcapil guna melaksanakan perekaman KTP elektronik. Baik itu melalui program Simelik (siap melayani identitas kependudukan dan pencatatan sipil) dan Sidakep (siap datang ke rumah penduduk).

Baca juga :  Terus Menurun, BOR Isolasi di Sembilan RS di Buleleng

“Ada juga pelayanan prioritas kepada masyarakat yang sudah datang ke Disdukcapil dengan kondisi sakit, cacat, lansia, hamil, membawa batita. Akan dilayani secara offline dan dokumen langsung jadi. Pelayanan offline tersebut sudah tentu juga dilaksanakan dengan menerapkan prokes Covod-19,” imbuhnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini