Petani di Desa Tihingan Resah, Sejumlah “Godel” Ditemukan Mati dengan Luka Gigitan

picsart 06 06 06.34.15
DITEMUKAN MATI - Anak sapi warga di Subak Penasan, Desa Tihingan, yang ditemukan mati dalam kondisi penuh luka, Sabtu (5/9/2021)

Semarapura, DENPOST.id

Petani di Subak Penasan, Desa Tihingan, Banjarangkan, Klungkung diresahkan dengan keberadaan anjing liar yang menyerang hewan ternak mereka. Bahkan sampai saat ini, sudah ada empat anak sapi atau godel yang mati dengan luka gigitan.

Anjing liar tersebut, diduga beraksi saat malam hingga pagi hari, sehingga sulit terpantau peternak.

Perbekel Tihingan, I Wayan Sugiarta, ketika dikonfirmasi, Minggu (6/6/2021) mengatakan kalau anjing liar tersebut, tidak hanya menyerang anak sapi, namun juga itik yang dipelihara peternak. Namun; pihaknya tidak tahu pasti sejak kapan anjing liar mulai menyerang ternak warga. Begitu juga jumlah pasti ternak sapi dan itik yang mati akibat ulah anjing liar lantaran tidak semua peternak melaporkan peristiwa tersebut.

“Yang saya ketahui, ada ada empat anak sapi yang mati akibat ulah anjing liar. Dan yang terbaru kemarin (Sabtu) pagi, sapi berusia sembilan bulan ditemukan mati dengan sejumlah luka,” ungkap Sugiarta.

Baca juga :  Pengamanan Berlapis Kawal Aksi Damai Warga Nusa Penida

Menurut Sugiarta, anak sapi yang ditemukan mati tersebut, mengalami luka terbuka pada pangkal paha. Termasuk robek pada bagian telinga. Kondisi ini, sengat meresahkan petani setempat. Apalagi ternak-ternak tersebut merupakan hasil jerih payah petani.

“Informasi dari peternak, anjing liar yang memangsa ternak warga lebih dari satu. Mereka beraksi saat malam hingga pagi hari, sehingga tidak terpantau oleh peternak. Itu sebabnya saya meminta solusi dari instansi terkait, sehingga cepat tertangani. Mengingat ternak-ternak itu merupakan jerih payah para peternak,” ujarnya.

Baca juga :  Soal Penataan Lahan di Dawan, DPRD Klungkung Minta Pemkab Tidak “Tutup Mata”

Sementara Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, menjelaskan jika benar kematian ternak warga itu, karena serangan angin liar dan memerlukan cara penanganan yang khusus. “Biasanya anjing jenis ini tidak pernah kita temui di pagi atau siang hari. Kondisi ini, memerlukan kesepakatan dan cara-cara khusus untuk dilaksanakan,” ungkap Juanida.

Rencananya, Senin (7/6/2021) petugas dari Dinas Pertanian akan berkoordinasi dengan pihak desa untuk menentukan apa yang harus dilakukan terkait dengan keberadaan anjing liar tersebut. (119)

Baca juga :  Perkuat Sinergitas, Satintelkam Polres Bangli Sambangi Bawaslu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini