Dari Pura Panti Jadi Pura Umum, Begini Keunikan di Pura Kerta Negara Gambur Angalayang

Dari Pura Panti Jadi Pura Umum, Begini Keunikan di Pura Kerta Negara Gambur Angalayang
Pura Kerta Negara Gambur Angalayang di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan

Singaraja, DENPOST.id

Pura Kerta Negara Gambur Angalayang di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan menyimpan sejumlah keunikan. Selain ada padmasana, di pura ini juga ada sejumlah palinggih termasuk salah satunya palinggih Ratu Gede Dalem Mekah. Keunikan dari palinggih ini, candi bentarnya miring.

Menurut salah seorang pengempon, Ketut Suketama, saat ditemui pada Minggu (6/6/2021), memang dari awal candi bentar itu miring. Saat ada pemugaran, rencananya akan dibuat lurus. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi sehingga akhirnya kembali dibuat miring. Terkait nama palinggih tersebut, lanjut Suketama, memang ada kaitannya denga etnis Arab.

Baca juga :  Sejumlah Desa di Buleleng Tutup Akses Jalan

“Pura Kerta Negara Gambur Angalayang ini sebelumnya Pura Panti yang diemong oleh sembilan orang. Nah seiring berjalannya waktu, sekarang sudah banyak yang menjadi penyungsungnya dan menjadi pura umum. Khusus untuk candi bentar Ratu Gede Dalem Mekah, memang sudah diwariskan miring dari dulu,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, begitu saat diadakan pemugaran, pihak pangempon berniat meluruskan bangunan candi bentar itu. “Namun saat pengerjaan, tukang yang mengerjakannya diberikan petunjuk lewat mimpi dan kita sepakat membuat candi bentar itu seperti sediakala,” tuturnya.

Baca juga :  Mantan Sekda Jadi Tersangka, Bupati PAS Hanya Katakan Ini

Selain palinggih Ratu Gede Dalem Mekah yang erat dengan etnis Arab, di pura ini juga ada palinggih lain yang mewakili etnis lain. “Di sebelahnya juga ada Ratu Bagus Sundawan, Ratu Agung Melayu dan Ratu Agung Syahbandar yang mewakili berbagai etnis,” jelas Suketama.

Di Pura ini juga ada tempat penglukatan yang sumber airnya muncul dari sumur di areal Pura Ratu Ayu. Menurut Sukatama, pada masa pandemi ini sejumlah kalangan banyak datang untuk malukat. Seperti yang dilakukan Komunitas Relawan Sosial Bersama (RSB) yang dikomandoi Ketuanya, Kadek Angga Sutanaya. Serangkaian HUT ke-3 RSB, mereka malukat dan menyerahkan bantuan tong sampah di Pura Gambur Angalayang. “Dalam suasana pandemi ini kita rayakan dengan menerapkan prokes ketat. Selain malukat dan menyerahkan bantuan tong sampah, kami membagikan sembako untuk warga di Bebetin,” paparnya. Usai melukat dan penyerahan bantuan, RSB melakukan potong tumpeng dan ramah tamah dengan anggota. (118)

Baca juga :  Dukung Pengembangan UKM Buleleng, Dibangun Gedung PLUT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini