Mendagri Ingatkan Anggaran 10 Persen dari APBD untuk Kesehatan

picsart 06 07 08.13.43
PEMBEKALAN - Bupati Giri Prasta, saat mengikuti pembekalan kepemimpinan Kementerian Dalam Negeri, Senin (7/6/2021) dari Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Badung di Puspem Badung.

Mangupura, DENPOST.id

Membangun kompetensi, persamaan persepsi dan visi misi dalam melaksanakan pembangunan di daerah, Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, dan Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, bersama 101 kepala daerah yang ada di Indonesia, Senin (7/6/2021) mengikuti pembekalan kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri dengan metode hybrid/blended learning.

Metode ini adalah gabungan metode tatap maya selama lima hari di daerah masing-masing, dan metode tatap muka selama tiga hari di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri. Pembekalan Kepemimpinan dibagi dua gelombang, gelombang pertama pembelajaran tatap maya yang diikuti 102 kepala daerah dan wakil kepala daerah petahana dilaksanakan mulai, 7 hingga 11 Juni 2021.

Baca juga :  Karangasem Kembali Terima Penghargaan WTP

Sementara untuk pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2021, mendatang di BPSDM Kemendagri dengan menerapkan prokes.

Mendagri, Tito Karnavian, dalam sambutannya saat membuka secara resmi pembekalan kepemimpinan menyampaikan acara pembekalan ini, merupakan amanah Mendagri dalam melakukan pengembangan SDM, khususnya yang berkaitan dengan tugas pelaksanaan pemerintahan daerah. Salah satunya dengan penguatan kemampuan kepala daerah. “Di tahun 2020, kita sudah melaksanakan Pilkada Serentak di 270 daerah dan sudah dilakukan pelantikan di bulan Februari. Kepada para kepala daerah petahana yang sudah memiliki jam terbang dalam memimpin daerah, kami ingin materi yang disampaikan oleh para narasumber dapat memperkaya pengetahuan dan kemampuan dalam menghadapi tantangan ke depan. Kita akan sampaikan materi update aplikatif bukan lagi diberikan berupa teori,” ujarnya.

Baca juga :  Dewan Dorong Pemerintah Badung Kuliahkan Siswa Berprestasi Hingga S3

Ditambahkan Tito karnavian, setelah melakukan pengamatan secara langsung di beberapa daerah pihaknya menemukan perbedaan kinerja dari para kepala daerah, di mana ada kepala daerah yang memiliki visi jelas, leadership jelas, mampu merangkul Forkopimda, mampu membangun hubungan yang baik ke pusat dan juga mampu membangun sinergitas ke samping dan ke bawah, sehingga kinerja dari berbagai indikator bagus salah satunya IPM yang tinggi.

“Kita ada Pilkada lagi artinya kerja efektif di tahun 2021 sampai pertengahan tahun 2023. Karena menjelang pilkada kemungkinan bapak/ibu yang akan mengikuti kontestasi maka pola pikirnya akan terpengaruh kegiatan politik. Untuk itu waktu efektif yang ada, gunakan untuk membuat perubahan di wilayah masing. Saya mengingatkan dari awal visi misi Presiden jadi pegangan dalam membangun SDM, pendidikan dan kesehatan,” ucapnya seraya meminta kepala daerah untuk menganggarkan biaya sektor pendidikan 20 % dari APBD dan biaya sektor kesehatan 10 % dari APBD daerah.

Baca juga :  Warga Resah, ODGJ Bongkar Puluhan Nisan di Kuburan

Sementara Bupati Nyoman Giri Prasta, usai mengikuti acara pembukaan pembekalan kepemimpinan menyatakan pihaknya selalu tegak lurus dengan aturan dan arahan yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Kemendagri dalam pengelolaan pemerintah daerah. (a/115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini