Korupsi Dana PEN Mulai Sidang Secara Virtual

picsart 06 08 07.50.43
SIDANG VIRTUAL - Sidang virtual di Kejari Buleleng, Selasa (8/6/2021)

Singaraja, DENPOST.id

Sebanyak delapan pegawai di Dinas Pariwisata Buleleng, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), dengan potensi kerugian negara ditaksir Rp656 juta pada, 7 Februari 202. Kini, kasus itu, mulai disidangkan secara virtual di empat lokasi, yakni Kejari Singaraja, LP Singaraja, Polsek Sawan dan Pengadilan Tipikor Denpasar.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Singaraja, AA Jayalantara, SH., saat dikonfirmasi, Selasa (8/6/2021) mengatakan sidang perdana dimulai dengan pembacaan dakwaan. Delapan tersangka itu, berinisial Md SN, Nym AW, Pt S, Nym S, IGA MA, Kd W, Nym GG dan Pt B. Posisi mereka adalah kepala dinas, sekretaris dinas, dua kepala bidang dan empat kepala seksi di Dinas Pariwisata Buleleng.

Baca juga :  Petisi Bebaskan Tersangka Ngaben Sudaji Terus Bertambah

“Sidang perdana pembacaan dakwaan. Tujuh orang menerima dakwaan dan satu orang, yakni Gunawan melakukan esepsi,” ucapnya.

Sidang dipimpin oleh majelis hakim dan 13 jaksa sebagai penuntut umum. “Sidang ditunda Minggu depan, dengan agenda pemeriksaan saksi, kecuali Gunawan yang akan mengajukan esepsi,” jelasnya.

Para tersangka terlibat pada bidang kegiatan Ekplore Buleleng, dan bintek dengan penggelembungan harga. Pasal yang disangkakan, yakni Pasal 2, Pasal 3 dan pasal 12e UU No. 19 Tahun 2019 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca juga :  Bupati dan Ketua DPRD Buleleng Batal Divaksin

Untuk diketahui, Buleleng mendapatkan dana PEN senilai Rp13 miliar yang terbagi menjadi dana hibah untuk pelaku pariwisata Rp9 miliar dan operasional Rp3,9 miliar. Dana yang Rp3,9 miliar inilah yang disalahgunakan. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini