PLN Jajaki Rencana Gelar Lomba Layang-layang Bersama Komunitas Rare Angon

PLN Jajaki Rencana Gelar Lomba Layang-layang Bersama Komunitas Rare Angon
Arya (kiri) bersama Zufar dalam temu media, Rabu (9/6/2021) di Denpasar.

Sumerta, DENPOST.id

Musim layang-layang masih menjadi kecemasan PLN UID Bali untuk menjamin penyaluran listrik kepada masyarakat tetap lancar. Berdasarkan data PLN pada tahun 2020, layang-layang menempati penyebab gangguan aliran listrik nomor satu setelah potensi lainnya, seperti fenomena petir dan faktor alam lainnya.

Demikian dikatakan Manajer Humas PLN UID Bali, Made Arya, dalam jumpa media pada Rabu (9/6/2021) di kawasan Renon, Denpasar.

Baca juga :  Gubernur Koster Optimistis Pelabuhan Sanur Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Denpasar

Untuk itu, PLN UID Bali berencana menggelar lomba layang-layang bersama komunitas. Dalam lomba nanti, PLN akan melakukan sosialisasi, sehingga diharapkan sosialisasi tepat sasaran dan efektif.

“Kami sedang jajaki komunikasi dengan komunitas, info yang kami terima mereka siap mendukung,” ujar Arya yang saat itu mendampingi Senior Manager Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum, Zufar.

Merinci gangguan akibat layang-layang, pada 2019 PLN UID Bali menyatat terjadi 72 peristiwa. Pada tahun 2020 ada 291 peristiwa dan selama 2021 ini baru tercatat 17 peristiwa.

Baca juga :  256 PMI Tiba di Bali Lewat Jalur Laut dan Udara

Meski belum mendata secara rinci kerugian akibat peristiwa itu, Arya mengatakan gangguan itu mengakibatkan kerugian penjualan listrik.

Menekan potensi masalah itu, pria asal Peguyangan Kangin, Denpasar Utara ini mengajak para rare angon atau pecinta layang-layang menjaga kelancaran penyaluran listrik.

Dia berharap agar pecinta layang-layang agar bermain dengan aman, seperti tidak menginapkan layang-layang. “Setelah kami cermati, banyak terjadi layang-layang jatuh pada subuh, karena diinapkan semalaman,” ujar Arya.

Baca juga :  Alexander Ricardo Gracia: Sangat Menantang Karena Melalui Proses Panjang

“Jika layang-layang menyangkut, mohon tidak diambil sendiri. Lapor kepada kami lewat telepon 123,” sarannya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini