Sosialisasi Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Lengang, Undangan Banyak Tak Valid

Sosialisasi Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Lengang, Undangan Banyak Tak Valid
KOSONG - Sebagian besar kursi undangan sosialisasi tol Gilimanuk-Mengwi kosong.

Negara, DENPOST.id

Sosialisasi rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi terus dilakukan. Sosialisasi  di Jembrana sudah dilaksanakan sejak Senin (7/6/2021) dan terakhir Kamis ( 10/6/2021).

Yang menarik, sosialisasi yang dilaksanakan di GOR Kresna Jvara, Jembrana, Rabu (9/6/2021) terkesan lengang karena tidak banyak undangan yang hadir. Sejumlah kursi yang dipersiapkan terlihat kosong.  Tidak semua orang yang terdaftar dalam undangan dan terdata sebagai pemilik lahan hadir saat sosialisasi.

Sementara salah seorang warga Batuagung, Ida Bagus Putu Sudiartha, dari Banjar Petanahan mengaku tidak mendapat undangan sosialisasi. Namun dia sengaja datang untuk konfirmasi karena bidang tanah yang ditempatinya, malah yang mendapat undangan orang lain. “Saya memang membeli tanah dari Gati Waluyo. Tapi sertifikat kini sudah atas nama saya dan pajak juga selalu saya bayar. Kami juga ada IMB,” katanya yang sudah memiliki bangunan di atas tanah 5 are.

Terkait adanya undangan yang tidak diketahui orangnya juga diakui Perbekel Dangintukadaya, Gusti Putu Murdhi dan Lurah Pendem Putu Eko Darma Wirawan.

Baca juga :  Oknum Polisi "One Million" Divonis Bersalah

Murdhi mengatakan, dari 190  undangan  ada 60 undangan  yang tidak valid. Bahkan ada yang namanya tercantum di undangan tidak punya lahan. “Kami juga tidak tahu data darimana, karena kami hanya memfasilitasi saja,” katanya.

Lurah Pendem, Putu Eko Darma Wirawan, juga mengatakan dari 130 undangan ada 14 orang yang tidak ditemukan orangnya dan surat undangan dikembalikan ke panitia. “Nanti saat penlok baru semuanya jelas,” tambahnya.

Baca juga :  Amankan Arus Mudik, Polres Jembrana Siapkan Kantong Parkir

Kajari Negara, Triono Rahyudi yang hadir dalam acara tersebut mewanti-wanti agar masyarakat waspada dan tidak percaya pada oknum-oknum yang datang seperti pahlawan kesiangan. “Tolong jangan dihiraukan broker-broker yang datang sebagai makelar. Jangan sampai masyarakat jadi  korban karena bapak-bapak dan ibu sebagai subjek,” saran Triono.

Kajari menyatakan siap menjadi pendamping masyarakat dan mengawal program ini. “Kami membuka ruang diskusi. Jangan percaya info yang menyesatkan. Kami memberikan kesempatan bapak dan ibu untuk datang melakukan konsultasi. Bahkan ada masyarakat Melaya yang sudah datang untuk konsultasi terkait hal ini,” katanya.

Baca juga :  Dinas Kesehatan Jembrana Jemput 3.720 Vial Vaksin

Sementara tim sosialisasi jalan tol, Ketut Kariasa, mengatakan pihaknya tetap mematangkan sosialiasi. “Ini baru tahap pertama, nanti ada kelanjutannya,” katanya.

Terkait adanya beberapa nama yang tidak diketahui kejelasannya, menurut Kepala Biro Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, I Ketut Sukra Negara, nanti akan dilakukan pengecekan ke lapangan sehingga data benar-benar valid. Demikian juga akan ada tim yang akan menindaklanjuti permasalahan-permasalahan yang ada. Pihaknya berharap program pembangunan jalan tol untuk kepentingan umum ini berjalan lancar dan diterima masyarakat. Karena semuanya untuk kepentingan masyarakat. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini